Wanita 59 Tahun Tewas Diserang Anjing Liar, Masyarakat Imbau Pemerintah Korea Perketat UU Kepemilikan dan Pelatihan Anjing

0
Image source : Korea JoongAng Daily

Pada Sabtu (22/5), seorang wanita berusia 59 tahun digigit dan dibunuh oleh seekor anjing liar di Namyangju, Gyeonggi, Korea Selatan. 

Menurut Kantor Polisi Utara Namyangju yang dilansir dari Korea Joongang Daily, seorang pejalan kaki menemukan wanita itu berdarah di sebuah bukit di Jingun-eup, Namyangju, sekitar pukul 15.25PM KST dan melaporkan kejadian itu ke layanan darurat.

Saat ditemukan, wanita tersebut tidak sadarkan diri karena luka serius di bagian belakang lehernya dan telah mengalami serangan jantung. Sebuah ambulans kemudian membawa wanita itu ke rumah sakit terdekat, tetapi dia meninggal satu jam kemudian.

Pada Minggu (23/5), polisi dan paramedis menangkap dan menenangkan seekor anjing ras campuran besar yang ditemukan di daerah sekitar dan diyakini telah menggigit wanita itu. Rekaman CCTV dari tempat kejadian serangan fatal menunjukkan anjing yang sama bergegas mendekati wanita itu untuk menggigitnya.

Polisi sekarang berusaha melacak pemilik anjing tersebut dengan meninjau dan mencari informasi di daerah tersebut. Meskipun pemilik peternakan anjing terdekat dicurigai telah melepaskan anjingnya secara tidak sengaja, dia menyangkal kepemilikan anjing tersebut.

Serangan anjing terhadap manusia dan hewan lain telah mendapat perhatian di Korea dalam beberapa tahun terakhir.

Salah satu kasus yang banyak mendapat perhatian adalah seekor anjing milik artis Choi Siwon telah menyerang seorang CEO restoran yang tinggal di lingkungan yang sama pada Oktober 2017 lalu. CEO tersebut meninggal tiga hari kemudian karena keracunan darah, menyebabkan kritikan terhadap keluarga Choi Siwon karena tidak merantai anjingnya.

Kasus lain terjadi pada Juli tahun lalu, di mana seekor anjing Rottweiler menggigit seekor anjing peliharaan putih kecil dan membunuhnya di distrik Eunpyeong, Seoul Utara.

Insiden di Namyangju pada hari Sabtu (22/5) lalu adalah kasus terbaru dari rentetan serangan anjing fatal pada manusia dan hewan peliharaan dalam beberapa tahun terakhir, yang telah menyebabkan seruan untuk memperketat undang-undang tentang kepemilikan dan pelatihan anjing, dan untuk merevisi asumsi tentang bahaya ras tertentu.