Shim Eun Woo Akui Tuduhan Bullying Sekolah yang Ia Lakukan

0

Shim Eun Woo yang dikenal lewat perannya di The World of the Married akhirnya mengakui tuduhan bullying yang ia lakukan di masa sekolah.

Awal bulan Maret, seseorang (A) yang mengaku satu sekolah dengan Shin Eun Woo menulis di postingan online bahwa Shim Eun Woo pernah melakukan bullying di sekolah. Ia mengungkapkan tidak mengalami kekerasan fisik, melainkan dikucilkan dan mendapatkan tekanan psikologis karena perundungan yang pimpin oleh Shim Eun Woo.

Saat itu agensi langsung menyangkal dengan mengatakan sang aktris tidak terlalu ingat dengan kejadian tersebut dan dilihat dari sisi Shim Eun Woo, temannya pernah bertengkar A yang membuat kelompok temannya menjadi tidak akur dengan A. Kakak perempuan A segera membuat pernyataannya sendiri yang bertentangan dengan klaim agensi dan mengatakan ada banyak saksi yang mendukung pengakuan sang adik. 

Hingga pada 28 Maret, setelah bertemu langsung dengan A, Shim Eun Woo mengunggah tulisan permintaan maaf pribadi yang mengakui kesalahannya dan menjelaskan sisi ceritanya melalui Instagram-nya. Berikut tulisan permintaan maaf dari Shim Eun Woo:

Aku Shim Eun Woo.

Aku menulis ini dengan harapan dapat mengungkapkan perasaan permintaan maafku kepada teman sekelas yang terluka oleh sikapku yang tidak dewasa di masa lalu.

Bulan lalu, ketika aku menemukan postingan yang menyebabkan kontroversi tentang diriku, segera aku mencoba menghubungi A. Aku berhasil menghubungi salah satu anggota keluarganya dan aku mengatakan padanya untuk ingin bertemu dengan A secara langsung untuk bicara. Namun, karena masalah ini mendapat perhatian media, banyak hal mulai menjadi bola salju dan karena emosi yang meningkat, aku tidak dapat bertemu dengan A.

Setelah itu, aku terus memikirkan kejadian tersebut dengan hati-hati 

dan menjangkau teman-temanku sejak saat itu dengan berbagai cara untuk mencoba mengingat ingatanku saat itu, tetapi aku tidak dapat mengingat dengan jelas apa yang telah terjadi pada A.

Berpikir bahwa satu-satunya hal yang harus dilakukan adalah mendengarkan apa yang A katakan, aku membuat permintaan lain untuk bertemu dengannya dan pada 25 Maret kami dapat mengadakan pertemuan bersama agensiku dan juga keluarganya, sehingga aku bisa mendengar situasi dan perasaan A.

Aku menemukan banyak hal-hal yang tidak dewasa yang kukatakan padanya di masa sekolah kami dan dia masih memiliki luka psikologis yang dalam yang seharusnya tidak dialami selama masa remajanya sebagai siswa. Aku menyadari bahwa kata-kata dan tindakan yang tanpa berpikir kutujukan kepada seseorang ketika masih muda dapat tetap bersamanya untuk waktu yang lama sebagai luka. Aku ingin meminta maaf setidaknya dengan tulus sekarang A.

Kedepannya, saat aku menjalani hidup sambil memastikan untuk tidak menyakiti orang lain, aku akan terus melihat ke belakang dan bekerja keras untuk menjadi orang yang lebih baik tanpa henti. Aku minta maaf karena telah membuat banyak orang khawatir. Aku juga ingin meminta maaf dengan tulus kepada rekan kerja dan mereka yang terlibat dengan proyek saya saat ini.