Pekerjaan Overload, Sejumlah Kurir Perusahaan Coupang Korea Tewas

1

Coupang, merupakan sebuah e-commerce yang berdiri sejak tahun 2010 di Korea. Coupang kerap dianggap sebagai “The Amazon of South Korea” karena berhasil menjadi e-commerce yang paling dominan di Korea berkat kecepatan pengiriman yang menjadi salah satu kunci keberhasilannya.

Kurir Coupang – http://www.koreapost.com/news/articleView.html?idxno=21838

Namun dibalik keberhasilan Coupang, Seoul Labor Union atau serikat buruh di Seoul telah melaporkan Coupang mengenai over work atau kerja yang berlebihan. Hal ini bermula dari kasus Lee (48) seorang kurir paket yang bekerja pada shift malam ditemukan tewas di gosiwon, sebuah kontrakan kecil pada akhir pekan. Istrinya melaporkan polisi pada hari Sabtu (6/3), setelah tidak mendapatkan kabar dari sang suami.

Kurir Coupang – Channel Asia News

Lee bekerja selama 13 hingga 16 jam perhari dan mendapatkan upah sebesar USD 2,480 per bulan (Rp. 35 juta). Meski upah yang didapatkannya telah memenuhi standar di atas upah minimal, namun masih belum sebanding dengan durasi kerja yang dilakukannya. Lee merupakan salah satu dari 8 pekerja lainnya yang tewas karena kelelahan dengan pekerjaan yang overload.

Menanggapi isu ini, Coupang Corp. sedang melakukan pendekatan IPO (initial public offering) dan berharap untuk menjanjikan valuasi sebesar Rp. 718,559 triliun bagi keluarga Lee.

Di Korea, undang-undang mengatur waktu kerja mingguan karyawan selama 52 jam per pekan, dimana pekerja akan bekerja selama 40 jam sepekan dengan tambahan lembur sebanyak 12 jam.

Sumber : https://internasional.kompas.com/read/2018/03/01/12060001/korea-selatan-pangkas-waktu-kerja-karyawan-jadi-52-jam-dalam-sepekan & https://www.insider.com/south-korean-parcel-deliveryman-dies-from-overwork#:~:text=A%20parcel%20delivery%20worker%20in,a%20Seoul%20labor%20union%20reported.&text=Coupang%20Corp.%2C%20the%20company%20for,a%20promising%20%2450%20billion%20valuation.

1 COMMENT