Ibadah Idul Fitri Diadakan di Masjid Pusat Seoul, Itaewon

1

By Minji Bae

Image source : https://www.seoul.co.kr/news/newsView.php?id=20210513500067

Hi, pembaca Ten Indonesia! Salam Jum’at!

Adakah di antara pembaca Ten Indonesia yang mengetahui di mana lokasi masjid dalam foto di atas?

Ya, ini merupakan Masjid Pusat Seoul, Masjid pertama di Korea yang didirikan pada tahun 1969 di Itaewon, Yongsan-gu, Seoul. Pada pagi hari tanggal 13 Mei 2021, Masjid Pusat Seoul akhirnya dibuka bagi umat Muslim yang hendak mengadakan ibadah sholat Idul Fitri. Dalam foto di atas, terlihat banyak Muslim yang tidak dapat masuk ke masjid sehingga mereka beribadah di depan masjid.

Menurut laporan Yonhap News, sekitar 1.000 Muslim yang tinggal di Korea berbondong-bondong untuk melaksanakan shalat Idul Fitri mulai pukul 9 pagi pada 13 Mei kemarin. Hanya 400 orang (20% dari kapasitas maksimum masjid, yaitu 2.000 orang) yang memasuki Masjid Pusat Seoul menurut peraturan karantina, tetapi sekitar 600 orang (diperkirakan oleh polisi) yang tidak dapat memasuki masjid berkumpul di dekat gerbang untuk beribadah.

Sebelum shalat dimulai, umat Islam yang duduk dengan sajadah pribadi memenuhi jalan belakang sepanjang 120 meter. Prosesi peribadatan dilanjutkan dari jalan depan pintu utama sampai ke pintu belakang. Walaupun sebagian besar umat Islam yang beribadah di luar masjid memakai masker, mereka belum mematuhi jarak fisik yang diperlukan (1 hingga 2 meter). Di sisi lain, dikatakan bahwa jarak fisik umat muslim di dalam masjid dijaga dengan baik.

Mereka duduk berdampingan di arah barat daya (arah Mekah) dan mulai melaksanakan ibadah shalat pada jam 9 pagi. Kegiatan ibadah berakhir dalam 10 menit, tetapi butuh banyak waktu untuk pembubaran karena banyaknya orang yang mencoba mengambil foto atau memasuki masjid setelah itu. Seorang pejabat Masjid berkata, “Kami dapat mengontrol 400 orang yang beribadah di dalam masjid, tetapi manajemen untuk mengontrol mereka yang berada di luar sangat terbatas” dan “Sayang sekali kami tidak dapat mengambil tindakan lebih lanjut.” Pejabat dari Kota Seoul dan Yongsan-gu hadir di lokasi, tetapi mereka mengatakan bahwa tidak bisa memberi tahu kepada rakyat tentang apakah ibadah di luar masjid tersebut ilegal atau tidak.”

Image source : https://www.seoul.co.kr/news/newsView.php?id=20210513500067

Lalu, bagaimana reaksi orang Korea? Faktanya, banyak orang Korea yang mengungkapkan kekhawatiran besar mereka terhadap kegiatan ibadah yang dilaksanakan dengan mengumpulkan hingga seribu orang di tengah pandemi. Hal ini dikarenakan adanya pedoman karantina pemerintah Korea yang melarang kegiatan pertemuan pribadi sebanyak lebih dari 5 orang. Bagi mereka yang tertangkap berkumpul melebihi 4 orang, maka mereka bisa didenda hingga 3 juta won (sekitar 38 juta rupiah). Namun, diketahui bahwa kegiatan ibadah tersebut tidak tunduk pada peraturan karena merupakan kegiatan keagamaan, bukan pertemuan pribadi.

Beberapa warganet Korea berkata, “Selama mereka menikmati kebebasan beragama, mereka juga harus menjalankan tanggungjawab”, “Penting juga untuk menghormati keyakinan umat Muslim. Sekalipun mereka tertular virus corona karena kehadiran mereka di kebaktian, mereka memiliki keyakinan kuat bahwa mereka rela memahaminya”, dan “Itaewon merupakan tempat yang menghormati keragaman, tetapi semua orang harus ingat di mana mereka berdiri dan siapa yang tinggal di sini sejak masa lalu. Jika mereka memprioritaskan keyakinan mereka sendiri daripada orang asli, akan sulit bagi siapapun untuk disambut.”

Tentunya Ramadhan dan Lebaran adalah momen terpenting dalam kehidupan umat Islam sehingga kegiatan ibadah harus dihormati. Selain itu, keyakinan yang dalam terlihat pada sosok umat-umat yang telah berbaris sejak subuh untuk dapat menjalankan ibadah sholat di dalam masjid. Namun, sekarang seluruh dunia sedang mengeluh karena pandemi COVID-19 yang berkepanjangan. Maka dari itu, ajaran Allah SWT. akan semakin bersinar jika kegiatan keagamaan dilaksanakan dengan cara yang lebih aman dan berkelanjutan.

Selamat Idul Fitri, Mohon maaf lahir dan batin!

1 COMMENT

  1. Perbuatan mencuci tangan adalah perbuatan ummat Islam kalau mau sholat, bahkan muka, kepala, tangan dan kaki. Dan memasuki air ke hidung sampai ke pangkalnya adalah proses swab alami.
    Jadi, umat Islam yang rajin sholat Inshaa ALLAH bebas dari tertularnya Corona.

    Sedangkan orang gila yang gaknpernah mandi aja gak ada yg mati karena Corona.😀

    Corona itu Menyerang manusia yang Ruhaninya kafir, munafik, dan fasik.