Etika yang Perlu Diperhatikan dalam Upacara Pemakaman di Korea Selatan

0

Setiap negara tentu memiliki ritual pemakaman yang berbeda-beda, termasuk di Korea Selatan.

Bagi kalian yang tinggal di Korea Selatan, apa yang akan kamu lakukan jika mendengar kabar kematian salah satu kenalanmu? 

Dilansir dari The Krew, berikut ini beberapa etika yang perlu diperhatikan dalam mengunjungi upacara pemakaman di Korea Selatan :

Usahakan untuk pergi menghadiri pemakaman

Saat orang Korea menerima berita bahwa kenalan yang dicintai telah meninggal dunia, mereka biasanya melakukan apa saja untuk menghadiri pemakaman, meskipun jaraknya jauh. Pemakaman di Korea biasanya berlangsung selama tiga hari, sehingga sempatkan dirimu untuk mendatangi pemakaman. Setelah sampai, temuilah para keluarga yang ditinggalkan. Tidak lupa juga untuk memberikan uang duka cita.

Kenali ritual pemakaman

Terdapat dua ritual yang biasa dilakukan di Korea berdasarkan agama yang dianutnya. Orang Korea tradisional menundukkan kepala pada potret almarhum, tetapi orang Kristen tidak. Namun, orang asing biasanya tidak menundukkan kepala kepada potret almarhum. Saat meninggalkan area pemakaman, kamu dapat membungkuk atau mengangguk kepada para keluarga yang ditinggalkan, tetapi tidak boleh berjabat tangan dan berbicara dengan keras.

Cara berpakaian

Image source : dalbitsori / naver blog

Wanita diharapkan mengenakan pakaian hitam formal dan memakai makeup minimalis, sedangkan pria mengenakan jas hitam, kemeja putih dan dasi hitam. Kalau kamu tidak memiliki pakaian hitam, kamu boleh memakai pakaian berwarna gelap. Hindari mengenakan pakaian yang cerah dan mencolok ya!

Uang belasungkawa

Image source : KBS News

Sama seperti di Indonesia, orang Korea juga memberikan uang belasungkawa kepada keluarga almarhum yang ditinggalkan. Uang belasungkawa atau joeuigum (조의금) biasanya diberikan saat menghadiri pemakaman dengan mengambil amplop yang disediakan dan menulis nama dan nama perusahaan/sekolah/angkatan. Siapkan sejumlah uang yang dimulai dengan angka ganjil dan diakhiri dengan nol (30.000; 50.000; 100.000), sekali lagi, tergantung seberapa dekat kamu dengan almarhum. Alasannya adalah karena angka ganjil umumnya dianggap membawa keberuntungan, sedangkan angka genap membawa nasib buruk.

Makan di tempat pemakaman

Setelah memberi penghormatan kepada pihak keluarga, orang biasanya tinggal dan makan makanan yang sudah disiapkan di ruangan lain. Dalam situasi ini, para tamu akan berbicara tentang kehidupan almarhum. Diperbolehkan meminum alkohol, namun tidak menuangkannya ke gelas milik orang lain. Setelah makan, kamu boleh meninggalkan tempat. Tetapi jika kamu dekat dengan keluarga, kamu boleh tinggal dan menginap guna menghibur atau membantu tugas-tugas lainnya.

Demikianlah beberapa etika yang perlu kamu ketahui jika menghadiri upacara pemakaman di Korea Selatan. Ada yang sudah punya pengalaman seperti ini? Share di kolom komentar ya!