Anak Jurusan Bahasa Indonesia di Korea Kuliah dengan Metode Flipped Learning, Apa itu?

0

oleh Minji Bae

Saya dan teman-teman saya di kampus HUFS memakai jaket Jurusan Bahasa Melayu-Indonesia yang bersulam garuda, pancasila! (credit: photo by Hansol Jeong, HUFS)

Annyeonghaseyo! Salam kenal semua! Perkenalkan saya Minji Bae, mahasiswi jurusan Bahasa Melayu-Indonesia di Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), Korea. Meski sudah banyak orang Indonesia yang belajar bahasa Korea, namun apa kalian tahu bahwa di Korea, yaitu HUFS, ada jurusan Bahasa Indonesia? Kali ini saya akan membagikan cara pembelajaran mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia, HUFS di tengah pandemi COVID-19.

Mungkin gambar 1 orang

Buntut pandemi COVID-19 yang telah menyebar ke seluruh dunia, para pelajar di dunia harus belajar lewat kelas online. Namun, karena sudah setahun lebih menjalani kelas online, banyak guru atau dosen hingga siswa mengeluh merasa tidak nyaman dengan infrastruktur pengajaran online dan efek pelajaran yang tidak memuaskan. Karena situasi ini, Korea mencoba teknik pembelajaran online lainnya dengan istilah ‘flipped learning.’ Menariknya, flipped learning jurusan Bahasa Melayu-Indonesia di HUFS menduduki peringkat pertama dalam bidang pendidikan bahasa asing di Korea, loh!

Mungkin gambar 1 orang

Flipped learning (atau blended learning) adalah metode pembelajaran mahasiswa mempelajari konten terlebih dahulu di rumah dan melakukan berbagai aktivitas offline di kelas, tidak seperti kuliah yang sudah ada. Kalau di jurusan Bahasa Melayu-Indonesia, semua mahasiswa baru dipinjami iPad gratis dari universitas selama setahun untuk mempelajari kuliah “Bahasa Indonesia tingkat dasar” melalui e-book di rumah. Kemudian di kelas, mereka saling mengajari apa yang telah mereka pelajari secara bergiliran (peer learning), membuat video drama yang menarik menggunakan iPad, kuis kosa kata, dan mengajukan pertanyaan kepada dosen. Komunikasi dengan mahasiswa, distribusi materi perkuliahan, dan penyerahan tugas dilakukan melalui “iTunesU,” sebuah aplikasi pendidikan di iPad. Ketika masuk sebagai mahasiswa baru, saya juga menggunakan iPad universitas untuk persiapan kelas, dan menyerahkan tugas dengan menambahkan subtitle ke video latihan bahasa Indonesia.

credit: peer-learning di kelas bahasa Indonesia untuk mahasiswa tahun pertama. Mereka belajar dengan iPad pinjaman universitas / credit: Prof. Koh Young-hun, Jurusan Bahasa Melayu-Indonesia, HUFS

Keunggulan flipped learning adalah dapat meningkatkan kemandirian siswa di luar kelas dan keaktifan di dalam kelas, serta memberikan efek belajar yang sangat besar. Bahkan, hasil ujian kelas kami yang melaksanakan flipped learning, naik 25% lebih tinggi daripada pemberlajaran pada kelas biasa. Tidak hanya itu, kepuasan siswa juga tinggi. Menurut hasil survei, 89% siswa menunjukkan kepuasan dan 89% menjawab ‘Baik’ tentang prestasi akademik mereka sendiri. Dikarenakan itu, 95% dari siswa flipped learning menjawab bahwa mereka ingin berpartisipasi dalam kelas flipped learning lain menggunakan iPad.

Appbook, pembelajaran Bahasa Indonesia pertama di Korea untuk sistem flipped learning dibuat oleh Profesor Koh Young-hun dari HUFS, yang memiliki wawasan mendalam tentang Pramoedya. Selain ceramah Profesor Koh mengajar bahasa Indonesia, kami dapat mendengar pengucapan orang indonesia ketika melafalkan sebuah huruf. Bahkan, ada teknologi kecerdasan buatan yang menilai keakuratan pelafalan. Profesor Koh berkata, “Sayangnya, kelas kita ini sedang dilaksanakan secara online karena COVID-19. Namun, pembelajaran tersebut sesuai dengan kecenderungan anak muda untuk lebih memilih alat pintar dan memantapkan dirinya sebagai kunci penting pembelajaran dalam situasi khusus seperti di pandemi saat ini.” Prof Koh berupaya untuk menyebarluaskan kelas yang telah berlangsung selama lima tahun sejak 2016 ini dengan mengadakan seminar di berbagai universitas di Indonesia dan Korea, sekaligus melakukan usaha pengembangan appbook.

Eksperimen yang sangat unik ini dilaporkan di Indonesia, sehingga menghasilkan film dokumenter tentang flipped learning tentang subjek “Pendidikan Bahasa Melayu di Korea” di Metro TV pada Mei 2016. Film dokumenter tersebut dapat ditemukan di sini

Nah, demikian pembelajaran dengan metode flipped learning yang sedang dilaksanakan di Korea, salah satunya di jurusan saya. Flipped learning ini sangat berguna bagi saya untuk belajar Bahasa Indonesia. Saya juga berharap perhatian terhadap Bahasa Indonesia dan flipped learning meningkat agar teman-teman Indonesia dan Korea dapat berinteraksi lebih lancar. Selain itu, tentunya akan sangat menarik bagi pelajar Bahasa Korea atau yang lain di Indonesia untuk menggunakan sistem pembelajaran tersebut. Bagaimana menurut kalian? Tulis komentar ya!