Mengalami Resesi, Korea Selatan Berhasil Pulih dalam Quarter ke 2,5!

4

Pandemi COVID19 hampir melumpuhkan perekonomian dunia. Pada quarter kedua di tahun 2020, Korea Selatan mengalami dampak dahsyat dari pandemi COVID19 hingga mengakibatkan Korea mengalami resesi. Resesi yaitu penurunan permintaan dan output yang dihasilkan pun menurun selama 2 quarter fiskal berturut – turut disertai penurunan lapangan kerja. 

https://go.kompas.com/read/2020/06/12/145139374/indonesian-economy-projected-to-shrink-39-percent-if-second-wave-hits?page=all

Seperti yang diketahui, ekspor di Korea memiliki andil besar dalam perekonomian Korea, sehingga dengan adanya penurunan ekspor pada quarter pertama tentu mempengaruhi penurunan ekonomi Korea sebesar 3,3%. Meski penurunan perekonomian terlihat kecil jika dibandingkan dengan beberapa negara lain di Dunia, misalnya Indonesia yang mengalami penurunan ekonomi sebesar 5,32% namun penurunan ekonomi yang dialami Korea merupakan penurunan yang paling tinggi sejak krisis moneter menghantam Asia pada tahun 1998 silam. 

Selain merosotnya komoditas ekspor sebesar 24,3%, investasi konstruksi ikut menurun, dan output dari manufaktur dan jasa juga ikut terjun bebas sebesar 9% dan 1,1%, mengakibatkan perekonomian negara memasuki jurang dan terjadinya resesi. 

https://www.merdeka.com/uang/4-tanda-anda-tidak-siap-memulai-bisnis.html

Namun, Pemerintah Korea langsung melakukan tindakan cepat dengan mengeluarkan budget ekstra sebesar 277 triliun won untuk membantu perekonomian Korea agar bisa bangkit kembali dari resesi akibat guncangan pandemi COVID19. Dengan bantuan tersebut, terbukti pada quarter ke 2,5 komoditas ekspor meningkat dan kembali pulih, hingga pada quarter 3 ekspor ke US pulih ke angka 10,1% dan terus membaik hingga pada quarter akhir ekspor Korea terus bertumbuh. 

Berdasarkan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threats), Korea selatan berhasil membuat ancaman menjadi kesempatan baru. Pandemi COVID19 membuat perekonomian turun dan mengakibatkan beberapa orang harus tetap beraktivitas di rumah. Dengan adanya ancaman tersebut, Korea dapat melihat kesempatan baru di mana permintaan akan barang-barang yang dibutuhkan pekerja yang harus work from home seperti laptop akan meningkat, dan Korea dapat melihat kesempatan tersebut menjadi kekuatan bagi negaranya. 

Dengan berbagai strategi yang dilakukan oleh Korea Selatan untuk bangkit dari resesi, akhirnya Korea berhasil menutup tahun 2020 dengan penurunan ekonomi sebesar 1%, sangat kecil dibandingkan dengan negara lain yang terkena dampak resesi dari pandemi COVID19. 

(1)

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here