[HAi] Di Balik Keindahan Salju

1

By Bu Eva Latifah

Hai, pembaca Ten Indonesia. Ketemu lagi dengan saya. Semoga semua sehat di tengah pandemik ini.

Saat ini di Korea sedang musim dingin, nih. Bagi yang sering nonton drakor, musim dingin identik dengan romantisme antardua pemeran utamanya, sebut saja drama True Beauty dalam scene Su Ho dan Ju Kyung yang sengaja datang ke Namsan Tower di saat turun salju. Bagi yang suka drakor dari jaman baheula seperti saya, pasti ingat Winter Sonata yang jadi pionir Hallyu di banyak negara, termasuk Indonesia. Sesuai judulnya, drakor ini berlatar musim dingin dengan view salju indah yang tentunya tak bisa dilupakan.

Berkat drama Korea yang menampilkan suasana musim dingin penuh pesona, saya yakin kalian jadi ingin berlibur ke Korea saat musim dingin agar bisa merasakan sensasi salju dan menikmati berbagai aktivitas di musim dingin. Tapi, bagaimana sih musim dingin di Korea? Apa pengaruhnya terhadap kehidupan mereka? Apa benar salju seindah yang kita bayangkan? Yuk kita bahas lebih lanjut.

Musim Dingin di Korea

Dalam bahasa Korea, musim dingin disebut 겨울 (gyeo-ul). Musim dingin di Korea biasanya terjadi antara bulan November hingga Februari. Tahun 2021 ini, musim dingin di Korea terbilang lebih dingin dari musim dingin sebelumnya. Di Seoul, Peringatan Gelombang Dingin dikeluarkan karena suhu yang turun drastis. Peringatan ini baru dikeluarkan kembali setelah Januari 2018.  Bahkan, di Pulau Jeju, peringatan adanya gelombang cuaca dingin ini baru dikeluarkan lagi setelah 57 tahun. Betul, suhu ekstrim terakhir kali di Pulau Jeju terjadi pada tahun 1964 (BBC News Korea, 7 Januari 2021). Dalam bahasa Korea, salju disebut 눈 (nun). Namun salju dalam bahasa Korea memiliki ragam kosakata seperti yang tertera bawah ini

Jadi, dari sini kita dapat lihat bagaimana bahasa terbentuk oleh budaya dan situasi tempat bahasa itu berada. Oleh karena itu, kosakata tentang salju di dalam bahasa Korea pun lebih beragam dan sulit ditemukan padanannya di dalam bahasa Indonesia.

Tradisi musim dingin di Korea

Image result for snow in goryeo korea

Sejak Era Goryeo, ada tradisi saat salju pertama turun, yakni tradisi mentraktir. Enak banget, kan? Jadi ketentuannya, orang yang mendapat Yagi (makanan yang menyembuhkan) dia harus mentraktir. Sementara, orang yang menerima perintah secara acak, dialah yang akan mendapat traktiran. Kebiasaan lainnya adalah tradisi mengucapkan selamat kepada raja saat salju pertama turun.

Image result for kimjang korea

Yang seru terkait budaya dan musim dingin adalah Kimchi. Makanan yang mendunia ini dibuat bersama-sama keluarga pada saat jelang musim dingin. Tradisi ini disebut Kimjang. Kimjang merupakan tradisi membuat Kimchi yang telah ada sejak masa Goryeo. Tradisi ini muncul karena pada musim dingin sayuran tidak dapat tumbuh. Supaya dapat mengkonsumsi sayuran pada musim dingin, sayuran diawetkan dengan cara difermentasi. Inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya Kimchi. Keren, kan?

Salju tak selamanya indah

A driver puts chains on the tires of his car in the middle of a road leading from southwestern Seoul to Gwacheon in Gyeonggi Province on Monday, when heavy snow advisories were issued for Seoul and nearby cities. / Yonhap

Bagi masyarakat Indonesia yang belum pernah melihat salju, tentu akan mengira bahwa musim dingin adalah musim yang indah karena kita bisa bermain salju dengan membuat boneka salju, hingga dapat bermain ski. Meski begitu, salju ternyata tak seindah yang kita bayangkan.

Sebelum salju turun, kita akan merasakan udara dingin menusuk sekujur tubuh. Telinga akan menjadi sakit, tangan beku, hingga hidung memerah dan kaku. Selain itu, jalanan akan menjadi licin sehingga menyulitkan kita untuk berjalan maupun macet saat berkendara. Salah satu kasus akibat salju lebat adalah terputusnya jalan tol Honam pada tahun 2005. Selain itu, Salju ang semula putih menjadi kecoklatan karena bercampur dengan debu dan kotoran di jalan.

Image result for winter sonata snow

Musim dingin bagi masyarakat Korea berarti “cobaan berat”. Makna ini sangat terlihat dalam Drakor Winter Sonata yang mengharu biru. Oleh karena itu, orang Korea terbiasa berdoa saat salju turun. Itu mengapa dalam drama True Beauty, Suho meminta Ju Kyung untuk ke Namsan Tower dan membuat harapan saat turun salju. Salah satu peribahasa Korea ada yang berbunyi 겨울을 지내보아야 봄 그리운 줄 안다 (gyeour-eul jineboaya bom geri-un jul anda) yang artinya ‘Kita akan tahu rasanya rindu pada musim semi jika bisa melalui musim dingin.’ Maksudnya, seseorang harus melalui cobaan yang sulit dan penderitaan untuk dapat memahami dan memaknai kehidupan.

Melalui ‘salju’, kita orang Indonesia bisa belajar dari Korea, bagaimana cuaca dan iklim dapat membentuk karakter sebuah bangsa. Walau tidak ada salju di Indonesia, kita bisa meneladani ketangguhan di balik musim dingin. Dengan begitu, kita bisa menikmati keindahan salju seperti yang digambarkan dalam drama.

1 COMMENT

  1. Keren, untuk kita yg ga tau salju jadi ada gambaran tentang salju, paling ga sedikit kebiasaan dan adat di korea yg ternyata masih menganut kerajaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here