Mengharukan,Ini Dia 6 Adegan PBIO Pilihan Sang Penulis Jo Young!

1

Drama It’s Okay To Not Be okay telah tamat pada tanggal 9 Agustus. Menanggapi kesuksesan drama ini, Jo Yong penulis naskah dan cerita dari drama tersebut mengungkapkan terima kasihnya kepada para pemirsa, sutradara, pemain , dan segenap crew yang telah bekerja sama hingga drama ini meraih kesuksesan.

“Saya hanya mendengar bahwa drama ini populer di luar negeri di Netflix, jadi saya merasa lega. Penggemar drama menghadiahi saya pulpen, dan saya sangat bersyukur sampai hampir menangis.” Ujar Penulis Jo Yong.

Dia menambahkan, “Dalam drama, pulpen digunakan sebagai senjata yang mematikan … Saya ingin mengatakan bahwa saya akan menghargai hadiah ini selamanya dengan rasa syukur, mengetahui bahwa itu adalah sesuatu yang akan saya gunakan dengan tekad yang kuat di masa depan.”

Penulis Jo Yong begitu memuji para aktor atas penampilan mengesankan mereka. Dia berkata, “Tiga aktor yang memerankan Kang Tae, Sang Tae, dan Mun Yeong semuanya melakukan pekerjaan yang sempurna menjadi karakter mereka, dan mereka benar-benar memiliki chemistry yang fantastis. Itu sampai pada titik di mana saya tidak bisa membayangkan Kang Tae sebagai seseorang selain Kim Soo Hyun.”

Berikut ini adalah adegan-adegan favorit Penulis Jo Yong yang telah di rangkum. Yuk disimak!

1.Adegan Kang Tae meminta maaf dan menangis.

Menurut Penulis Jo Yong, adegan pada episode 9 dimana Kim Soo Hyun menangis hebat merupakan adegan yang sangat menyakitkan untuk ditulis. Ia mengatakan “Saya rasa saya tidak akan pernah bisa melupakan adegan di akhir episode kesembilan di mana Kang Tae meminta maaf dan menangis. Itu adalah adegan yang menyakitkan bahkan untuk ditulis, dan ketika saya menontonnya, itu bahkan lebih menyakitkan sampai saya hampir panik.”.

Mengenang kembali episode 9, Kim Soo Hyun sukses membuat penonton berurai air mata ketika menangis ketakutan saat kakaknya yang menderita autis Moon Sang Tae menuding adiknya ingin membunuhnya.

Seluruh penghuni hingga staf rumah sakit jiwa Ok pun menyaksikan bagaimana Sang Tae berteriak bahwa adiknya itu ingin membunuh kakaknya sendiri. Kang Tae pun menangis sejadi-jadinya sambil terduduk lesu dan seolah menahan rasa takut yang luar biasa hingga membuat penonton menangis bersamanya.

Seluruh penghuni hingga staf rumah sakit jiwa Ok pun menyaksikan bagaimana Sang Tae berteriak bahwa adiknya itu ingin membunuh kakaknya sendiri. Kang Tae pun menangis sejadi-jadinya sambil terduduk lesu dan seolah menahan rasa takut yang luar biasa hingga membuat penonton menangis bersamanya.

2.Adegan Sang Tae membaca dongeng di depan pohon ibunya

Jo Yong sangat memuji Oh Jung Se yang memerankan tokoh Sang Tae dalam drama It’s Okay To Not Be Okay. Dia berkata, “Saya sangat berhati-hati dan khawatir karena Sang Tae tidak boleh membuat kesalahpahaman atau stereotip tentang autisme. Saya pribadi mulai menghormati Oh Jung Se sebagai pribadi setelah melihat dia dengan tulus melakukan yang terbaik untuk terlebih dahulu memahami mereka yang didiagnosis dengan gangguan spektrum autisme dan untuk dekat dengan mereka.”

 “Melalui proses itu, Oh Jung Se menjadi Sang Tae, dan Sang Tae menjadi Oh Jung Se.” ,lanjutnya.

 Jo Yong menyebutkan bahwa adegan Sang Tae membacakan dongeng di depan pohon ibunya pada episode yang terakhir adalah adegan yang terbaik. Dia mengungkapkan bahwa dia banyak menangis pada saat itu dan tahu bahwa Oh Jung Se membuat keputusan kreatif yang tepat.

3. Adegan pada episode ke 6, Saat Mun Yeong memimpikan ibunya dan menangis di pelukan Sang Tae

Memuji acting Seo Ye Ji, Penulis Jo Yong berkata “Mun Yeong adalah karakter di mana aktris secara khusus mengalami banyak kesulitan emosional, tapi Seo Ye Ji menghidupkan Mun Yeong melalui karisma unik dan pesona yang menyenangkan,” .

Jo Yong memilih adegan terbaik Seo Ye Ji yaitu adegan di akhir episode keenam, di mana Mun Yeong memimpikan ibunya dan akhirnya menangis di pelukan Kang Tae. “Aku merinding sepanjang waktu,” kata Jo Yong. “Itu adalah penampilan terbaik. Seo Ye Ji mendapat banyak perhatian untuk kecantikannya, tapi menurut saya pesona sebenarnya terletak pada keindahan dalam suaranya yang rendah.”

4. Adegan pertengkaran Gang Tae, Sang Tae, dan Mun Yeong

Jo Yong terus menyebutkan beberapa adegan favoritnya. Dia mengungkapkan “Saya menyukai semua adegan di mana Kang Tae, Mun Yeong, dan Sang Tae bertengkar,” .

Adegan pertengkaran Gang Tae,Sang Tae, dan Mun Yeong memang selalu menarik. Mulai dari drama dimana Mun Yeong berusaha merebut hati Sang Tae, Mun Yeong dan Sang Tae yang menjadi rekan kerja hingga membuat Gang Tae merasa tersisihkan, hingga adegan lucu di episode terakhir dimana Mun Yeong, Sang Tae, dan Gang Tae bertengkar saat membacakan dongeng di acara launching buku cerita terbaru karya  Ko Moen Yeong dan Sang Tae.

5. Adegan dalam mimpi Gang Tae. Dimana Sang Tae menjadi karyawan biasa, dan Gang Tae dan Ko Moon Yeong memakai seragam sekolah.

“Saya sangat menyukai adegan di mana Kang Tae bermimpi tentang Sang Tae sebagai karyawan biasa yang tiba-tiba muncul di antara Kang Tae dan Mun Yeong, yang mengenakan seragam sekolah.”

Jo Yong menjelaskan bahwa dia menyukai bagaimana Sang Tae menyadari pada saat itu bahwa adik laki-lakinya bahagia ketika dia bersama Mun Yeong dan bagaimana Sang Tae kemudian menyambut Mun Yeong ke dalam keluarga mereka.

6. Adegan Park Haeng Ja yang menjadi Penulis Do Hui Jae

Mengenai karakter Park Haen Ja, penulis Jo menjelaskan  “Saya membutuhkan karakter dengan dualitas untuk bersimpati dengan rasa sakit semua orang tetapi untuk benar-benar mengejek mereka karena lemah,” katanya. Jo Yong kemudian menjelaskan bagaimana dia ingin menggambarkan bahwa penjahat sebenarnya tidak sekuat yang pertama kali muncul.

Dia melanjutkan, “Kami berpikir bahwa karena penjahat dalam dongeng selalu kalah, penjahat dalam drama kami, yang bisa dianggap sebagai dongeng besar tentang pertumbuhan, harus pergi dengan cara yang sama. Saya ingin menekankan pada gagasan bahwa ketika yang ‘lemah’ bersatu dan menemukan keberanian untuk melawan penjahat, bayangan gelap yang pernah muncul begitu besar itu dapat dikalahkan dalam satu pukulan. Saya ingin secara alami menyampaikan pesan tentang keberanian di cerita terakhir.”

Jang Young Nam sukses mepresentasikan karakter yang diinginkan oleh Penulis Ko dengan sangat baik. Dihati penonton pun, karakter jahat pada drama ini masih begitu lekat di hati.

Itu dia beberapa adegan yang menjadi adegan pilihan dari Penulis Jo Yong. Jo Yong berbicara tentang pesan seperti apa yang ingin dia gambarkan melalui drama. “Saya pernah membaca bahwa bahkan seseorang yang tidak mengalami banyak emosi pun bisa merasa kesepian,” jelasnya. “Pesannya adalah jika sifat manusia untuk mencari segala jenis kehangatan yang akan menyembuhkan kesepian, jangan pernah mengabaikan tangan yang menjangkau rasa hangat itu, apakah itu karena mereka kesepian, mereka ingin disembuhkan. , atau mereka menjadi dewasa.”

Dia melanjutkan, “Saya ingin menyampaikan pesan itu melalui karakter drama, yang menyembuhkan dan tumbuh melalui kehangatan satu sama lain.”

“Ini adalah drama yang hangat seperti panas di antara orang-orang. Saya berharap pemirsa akan mengingat drama itu sebagai drama yang – meskipun agak asing dan aneh – menghangatkan hati Anda setelah menontonnya.” , begitulah pesan dari Penulis Jo untuk para penggemar. (Cut)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here