[TEN INTERVIEW] Dreamcatcher Ungkap Tak Ada Rasa Cemburu dengan Girlgroup Lain dan Rencana Kedepannya

0

 By Aisya J.

Dreamcatcher / credit = Dreamcatcher Company

“Dreamcatcher kini telah tumbuh dewasa. Kami mampu mengekspresikan pemikiran kami lewat performance. Meski kami memulai debut dengan memilih konsep yang kuat, namun kami tidak ingin konsep yang murni dan polos memudar. Sebaliknya, kami puas bahwa ada banyak hal yang dapat dilakukan karena kami adalah ‘Dream catcher.’”

Dreamcatcher melakukan comeback dengan merilis full album pertama yang bertajuk ‘Distopia: The Tree of Language’ kemarin (18/2). Album ini menandai akhir dari series ‘Nightmare’ yang menjadi konsep album –album yang dirilisnya sejak debut pada tahun 2017 dan kembali menggebrakan dengan seri baru. Total 14 lagu terdapat dalam album ini termasuk lagu ‘Scream’ ‘Tension’ ‘Black or White’ dan ‘Jazz Bar.’ Member Handong yang saat ini sedang mengikuti survival program Produce 101 versi China berjudul Youth with You absen dari comeback kali ini dan menyisakan keenam member yaitu JiU, SuA, Siyeon, Yoohyeon, Dami, dan Gahyeon. Baru-baru ini Tenasi menemui Dreamcatcher di sebuah kafe di Seoul.

10. Bagaimana perasaan kalian setelah merilis full album pertama setelah 3 tahun debut Dreamcatcher?

JiU: Para penggemar sudah menantikan Dreamcatcher untuk merilis full album dalam waktu yang lama. Dibandingkan dengan mini album, full album terdapat lebih banyak lagu. Karena itulah aku senang bisa menyampaikan lebih banyak lagu untuk para penggemar. Jujur agak sedih bahwa Handong tidak bisa ikut comeback kali ini, namun kami akan menunjukkan betapa kerasnya usaha kami semua bahkan Handong juga untuk album ini.

10. Dreamcatcher mengangkat konsep ‘Nightmare’ di setiap comeback bahkan sejak debut ‘Chase Me’ di tahun 2017. Kali ini apa konsep seri ‘Dystopia : The Tree of Language?’

Jiu: Secara harfiah ‘Dystopia’ atau merupakan kebalikan dari Utopia yang berarti tidak ideal, dan ‘The Tree of Language’ merupakan album pertama yang diperkenalkan dalam Dystopia. Jika digambarkan, pohon besar adalah karakter utamanya dan jika ia mengatakan hal-hal baik maka buah putih akan muncul, sebaliknya jika ia mengatakan hal-hal buruk maka buah busuk akan keluar. Album ini memiliki konsep yang mengekspresikan masyarakat yang bisa bahagia dan sedih karena sebuah kata-kata.

10. Apakah ada arti tersendiri dari empat keyword (pohon, orang tua, gadis, dan topeng) dalam album ‘The Tree of Language?’

JiU: Seperti yang terdapat dalam MV ‘Scream,’ ketika mengatakan hal-hal baik maka seorang gadis akan muncul, sebaliknya jika mengatakan hal buruk maka seorang lelaki tua muncul. Lelaki tua disini maksudnya adalah kehidupan yang panjang. Semakin bertambahnya umur semakin banyak pula perkataan yang kita dengar dalam hidup.

SuA: Kalau topeng tetap memiliki makna topeng. Tentu yang artinya kita bersembunyi di balik topeng dan mengeluarkan seluruh kata-kata yang ingin diucap. Lagu ‘Scream’ mengambil konsep dari perburuan penyihir di abad pertengahan dan aku yakin semua bisa paham setelah mendengar lirik seperti ‘angin yang dingin bertiup kencang / Aku bisa merasakan pandanganmu terhadapku /  seluruh rasa sakit yang menyebar lewat pembuluh darahku / rasanya seperti terikat di pergelangan tanganku  / meski semuanya melempariku dengan batu / aku tak bak bisa keluar dari sini / untuk siapakah aku melakukan ini / aku yang berada di atas kobaran api.’

Sayeon: Jika membayangkan dalam kehidupan nyata, kata-kata di balik topeng merujuk pada komentar jahat. Ada banyak orang yang tidak tahu mana perkataan yang boleh dan tidak baik untuk diucapkan. Aku ingin memperingatkan mereka untuk berhati-hati dan aku berharap mereka bisa memperbaikinya. Aku selalu ingin menyampaikan bahwa perkataan yang ingin kami katakan disampaikan lewat lirik dan lagu dan akhirnya aku bisa menyampaikannya melalui album ini.

10. Sebagian besar selebriti menderita karena komentar jahat. Bagaimana kalian menghadapi komentar jahat?

Yoohyeon: Aku cenderung terluka dan tertekan ketika melihat komentar jahat. Ketika mood-ku sudah berubah para member sepertinya sudah menyadarinya dan mendekatiku terlebih dahulu sambil mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja. Setelah mendengar kata-kata penyemangat aku akan merasa lebih baik. 

SuA: Ketika aku terlanjut melihat komentar jahat, aku akan mencari komentar bagus.

10. Apakah kalian memiliki dukungan penggemar yang mengesankan dan masih diingat?

Sayeon: Di salah satu komentar video clip special lagu soloku yang berjudul ‘Paradise,’ ada sebuah komentar dari penggemar yang mengatakan bahwa dia sedang mengalami kesulitan lalu menemukan kedamaian dengan laguku. Aku berharap bahwa laguku bisa menjadi penyemangat bagi seseorang dan aku merasa semakin semangat dan terdorong karena dengan komentar itu harapannya sepertinya jadi kenyataan. 

JiU: Rasanya semakin bersemangat setelah melihat komentar seperti ‘Terima kasih Dreamcatcher telah menjadi penyanyi favoritku.’ Itu benar-benar sumber kekuatan bagiku.

Dreamcatcher / credit = Dreamcatcher Company

10. Dreamcatcher memiliki image ‘girls crush’ yang kuat. Karena debut dengan konsep lagu yang lebih mengarah ke rock metal, tentunya konsep powerful dan misterius kalian terlihat berbeda dengan girl group lain yang mengusung konsep manis dan polos. Pernahkah kalian memiliki keinginan untuk tampil cerah dan lugu setelah melihat girlgroup lain?

JiU: Menurutku Dreamcatcher tidak begitu menonjolkan sisi gelap atau misterius. Kami juga memiliki kostum panggung dengan dress yang manis, kok. Menurutku itu bukanlah hanya sisi gelap, namun juga ada konsep seksi dan berkilaunya. 

Yoohyeon: Bagiku konsep girl crush kami adalah hal yang bagus dan nilai plus karena kami adalah Dreamcatcher.Dan aku bangga dengan hal itu. Karena membuat diriku merasa konsep ini sangat keren. Benar-benar cocok dengan kami.  

Gahyeon: Sejujurnya, aku sudah punya keinginan memiliki konsep ini di awal debut kami. Aku ingin melakukan sesuatu yang seksi dan ini terealisasikan lewat fanmeeting atau konser. Aku menarikan lagu ‘Coming of Age Ceremony’ milik Park Ji Yoon.

10. Sebagai girlgroup yang mengusung tema girl crush, dibanding dengan penggemar pria sepertinya penggemar wanita lebih banyak yang memiliki persepsi ‘keren’ kepada Dreamcatcher, bagaimana tanggapan kalian?

Sayeon: Rasio penggemar pria dan wanita hampir 50:50. Saya pernah dengar bahwa lebih baik bagi girlgorup untuk memiliki penggemar wanita dan aku bangga karena kami melakukannya. Ketika di acara musik pun aku bisa mendengar suara penggemar wanita dengan sangat baik. Dan mereka sangat imut.

10. Selain bernyanyi, Dreamcatcher juga dikenal memiliki performance yang kuat. Koreografi ‘Scream’ juga terlihat tidak mudah, bagaimana menurut kalian?

Sayeon: Sangat menyenangkan ketika mempersiapkan untuk penampilan ‘Scream’. Bahkan sebelum kami comeback para penggemar telah memiliki harapan tinggi terhadap penampilan kami dan itu menjadi hal yang mendorong kami. Kami telah membawakan penampilan ini untuk pertama kali bersama dengan tim dancer dan merasa lebih memiliki rasa tanggung jawab. Itu karena kami harus menyesuaikan dengan gerakan tim dancer yang banyak dan bisa jadi masalah besar jika melakukan kesalahan.  Aku ingin memenuhi tanggung jawab dan harapan kami.

Dami: Karena penampilan panggung adalah hal yang dinantikan para penggemar, kami banyak berpikir tentang bagaimana tampil dengan cara yang berbeda. Kami telah mempersiapkan dengan saling pendapat. Sebenarnya pada awalnya koreografi memiliki tempo yang lambat, namun karena banyak yang meminta untuk membagi irama, maka dari itu koreografinya dimodifikasi.

JiU: Meski penampilan panggung masih sama seperti dengan sebelum dimodifikasi, namun aku pikir koreografi ‘Scream’ ini sangat memuaskan. Meski awalnya aku agak kesusahan karena iramanya yang cepat dan rumit. namun setelah melakukannya selama satu jam aku bisa terbiasa lagi hahaha.

10. Meskipun kalian terlihat sangat puas dengan konsep grup, adakah konsep atau genre yang ingin kalian coba?

Dami: Band Rock! Aku ingin mencoba konsep penampilan panggung seperti festival band rock. Jadi bukan untuk menari, melainkan melakukan head banging sambil berkomunikasi satu sama lain. Sepertinya seru hahaha.

Dreamcatcher / credit = Dreamcatcher Company

10. Apa tujuan Dreamcatcher melalui album ini?

Yoohyeon: Meski sebagian public sudah mengetahui nama Dreamcatcher, namun mereka tidak tahu siapa dan seperti apa kami. Kami akan menunjukkan kepada kalian lebih banyak hal tentang Dreamcatcher, jadi dengan begitu aku harap semuanya dapat lebih tahu banyak tentang kami.

JiU: Aku harap tahun ini kami bisa melakukan banyak hal di dalam negeri (Korea). Berkeliling di negara sendiri bisa jadi bukti bahwa kami telah banyak dikenal publik. Aku juga berharap semoga album ini bisa kembali masuk dalam chart Billboard 200.

SuA: Kami telah banyak melakukan konser di luar negeri, namun sekalipun belum pernah tampil dalam program dalam negeri. Jadi kali ini aku ingin kami bisa tampil dalam program dalam negeri meskipun aktif di luar negeri.

10. Banyak girlgroup yang melakukan comeback di bulan Februari seperti GFriend dan juga IZ*ONE. Apa resolusi untuk comeback kalian kali ini?

Sayeon: Bagaimanapun kami telah membangun image dan berbagai usaha sejak awal debut. Kami berusaha untuk mendapat kesan yang lebih baik. Kami tidak punya waktu untuk merasa bersaing atau iri dengan kelompok lain. Yang bisa dilakukan hanya berfokus untuk menunjukan siapa Dreamcatcher sebenarnya hehehe. Aku ingin berteriak ‘Ayo kita tunjukan! Kalau kita melakukan yang terbaik semuanya akan mengetahui siapa itu Dreamcatcher!’

Original article : http://tenasia.hankyung.com/archives/1918821

Translation by : Aisya Julia aisyajulia@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here