[TEN INTERVIEW] ‘Beasts that Cling to the Straw’ Jung Woo Sung, “Tidak boleh membuat film yang mudah dipahami penonton”

0

By Suci A.

Jung Woo Sung / Megabox Plus M

Film Beasts that Cling to the Straw adalah sebuah karya yang dapat mempertemukan penonton dengan aktor Jung Woo Sung. Dengan struktur yang unik, cerita yang segar, dan perkembangan yang sulit diprediksi, film ini bukanlah film yang ringan dan mudah dimengerti oleh para penonton. Jung Woo Sung sendiri juga menekankan, “Tidak boleh membuat film yang mudah dipahami penonton.” Jung Woo Sung juga dikabarkan turut serta dalam memproduksi film, yang merupakan hal yang sulit untuknya, sebuah pekerjaan bagaikan berdiri di atas duri. Mari kita simak interview bersama Jung Woo Sung berikut ini.

10. Kami melihat sisi yang lain dari seorang aktor Jung Woo Sung. Apa kamu sengaja memilih karya yang membuatmu mengubah aktingmu?

Jung Woo Sung: Aku tidak berpikir seperti itu. Aku suka dengan struktur skenarionya dan aku dengar bahwa Jeon Do Yeon juga dikasting dalam film ini. Sejak dulu, aku ingin beradu akting dengan Jeon Do Yeon, namun aku sendiri tidak bisa menciptakan kesempatan ini dengan sengaja. Salah satu alasan besar mengapa aku memilih karya ini adalah karena Jeon Do Yeon juga ikut membintangi karya ini.

10.  Film ini sangat segar dengan struktur yang unik. Bagian mana yang paling kamu sukai dari film ini?

Jung Woo Sung: Kisah-kisah para tokohnya sangat padat dan mudah dijelaskan. Aku tidak sengaja membaca novel aslinya. Namun, aku pikir sutradara telah membawa cukup banyak manfaat dari karya asli ke dalam skenarionya. Tidak ada karakter pasif dalam film ini. Walaupun film ini memakai bahan ‘kantong uang’, namun fokusnya lebih pada konflik dan kecemasan di antara orang-orang yang ingin mengambil kantong uang tersebut.

10. Bagaimana perasaanmu setelah menonton film?

Jung Woo Sung: Di luar karakter Tae Young, kupikir tak ada hal yang memalukan dalam film ini. Aku merasa bangga dan puas, bahwasanya aku pikir film ini akan sering ditonton orang-orang walaupun waktu sudah berlalu. Dalam adegan yang menampilkan kemunculan Tae Young untuk pertama kalinya, kupikir aku terlalu lancang. 

10. Tokoh-tokoh dalam film adalah tokoh biasa dan realistis yang tidak segan-segan mengambil alih kantong uang, tetapi juga ingin lepas dari situasi putus asa. Sisi manusia seperti apa yang ingin kamu tunjukkan sebagai Tae Young?

Jung Woo Sung:  Apa yang telah dilakukan Tae Young adalah tindakan kriminal, tetapi ia tampaknya bukan orang jahat. Tentu saja, kejahatan itu tidak dibenarkan. Setiap manusia akan dihadapi dengan pilihan ketika mereka sedang menghadapi suatu situasi. Jika kita melihat dari sudut pandang yang jauh, kita bisa melihat apakah pilihan yang mereka ambil itu sebuah tindakan yang baik dan tepat. Setiap karakter juga membutuhkan belas kasihan. Penonton mungkin cukup bersimpati melihat karakter Jung Man (Bae Sung Woo), seorang kepala keluarga yang kesulitan mencari nafkah. Namun Tae Young tidak begitu kasihan melihatnya. Lalu bagaimana cara untuk membuat Tae Young merasa kasihan? Karena itu, aku mencoba mengelabui penonton dengan menggambarkan sifat Tae Young yang sombong dan berlebihan.

Still cut film Beasts that Cling to the Straw / Megabox Plus M

10. Ini pertama kalinya kamu beradu akting dengan Jeon Do Yeon. Bagaimana rasanya?

Jung Woo Sung: Aku senang bertemu dengannya. Kami adalah rekan yang bekerja di industri yang sama, namun tidak punya banyak kesempatan untuk beradu akting secara langsung. Apa yang ingin kutunjukkan dalam film adalah hal yang diinginkan Jeon Do Yeon. Aku pun penasaran dengan sisi yang akan ditunjukkannya. Aku menyadari, karir Jeon Do Yeon begitu awet karena adanya rasa kasih sayang dan tanggung jawab terhadap film. Jeon Do Yeon juga berusaha keras untuk menghidupkan karakternya dalam film. Aku senang, sebagai rekan kerja, kami bisa menilai kemampuan akting satu sama lain dan ini merupakan pengalaman besar untukku. Aku sendiri berpikir bagaimana caranya untuk menunjukkan identitas sebagai seorang aktor yang sudah lama terjun dalam dunia perfilman. Itu juga menjadi unsur yang bisa membuat suasana menjadi lebih segar. Ini merupakan karya yang menyenangkan, dimana aku bisa saling bertukar pendapat dengannya.

10. Beragam sisi yang ditunjukkan sebuah film juga merupakan hal yang penting.

Jung Woo Sung: Walau film Korea kini sudah banyak berkembang, aku pikir aku masih berada dalam proses perkembangan. Aku juga memikirkan kelebihan dan kelemahan di dalamnya. Kelemahannya adalah kerusakan dalam keberagaman. Ketika ingin menciptakan film yang unik, maka tim produksi akan kesulitan untuk memaksakan kehendaknya. Tapi aku pikir tidak baik untuk menciptakan film yang ringan dan mudah ditebak. 

10. Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah keseragaman film?

Jung Woo Sung: Industri juga harus bertanggung jawab atas suntikan modal. Bisakah kita memproduksi film tanpa investor? Namun, film bernilai 10 juta harus diakui sebagai 10 juta dan seterusnya. Kupikir ini harus dipikirkan oleh tim produksi dan sutradara, bukan investor. 

Jung Woo Sung / Megabox Plus M

10. Kamu juga memproduksi film Don’t Forget Me. Apa kamu merasa memiliki tanggung jawab untuk menciptakan film yang beragam?

Jung Woo Sung: Aku juga berpikir bahwa semakin tinggi kualitas film, semakin sehat industri film itu. Namun, kita harus memikirkan cara untuk membuat anggaran dengan lebih pintar. Kalau kita memulainya dengan santai dan mengubah penyuntingan secara serakah, maka itu akan merusak orisinalitas karya. Aktor juga tidak perlu berbicara tentang bagaimana cara meningkatkan anggaran. Sebaiknya bagi-bagilah pekerjaan yang harus dilakukan sesuai dengan kondisi yang diberikan. 

10. Sebagai seorang aktor, Jung Woo Sung memiliki image yang beragam. Apa kamu sendiri juga menantikan berbagai penampilan beragam yang akan kamu tunjukkan di masa depan?

Jung Woo Sung: Tidak. (tertawa). Sejak berusia 20 tahunan, aku tidak suka hal-hal yang monoton. Aku tidak ingin membuat orang lain bertanya-tanya, mengapa aku mengambil pilihan ini. Karena itu, aku mulai berjalan dari segala hal yang bersifat monoton itu. Namun aku sendiri harus mengakui bahwa aku telah berjalan di tempat dimana para penonton menganggapku sebagai seorang aktor. Setiap penonton memberikan penilaiannya di setiap karya yang kubintangi. Aku pun tidak punya pilihan lain, selain menantang diriku untuk memainkan karakter yang berbeda-beda.

10. Bagaimana perasaanmu ketika melihat pandangan publik yang sudah mulai berubah? Apa kamu senang?

Jung Woo Sung: Aku merasa nyaman. Pekerjaan aktor adalah mengekspresikan berbagai karakter manusia. Jika berusaha untuk mengekspresikan sisi emosional setiap orang dalam situasi yang berbeda-beda, maka kita dapat memunculkan seseorang dengan penampilan dan gaya bicara yang berbeda-beda. Aku selalu punya niat yang besar untuk melakukan pekerjaan seperti itu.

10. Jung Woo Sung tidak akan lepas dari genre mellow. Sepertinya ada banyak penonton yang ingin melihatmu dalam karya bergenre mellow.

Jung Woo Sung: Di beberapa titik di industri film, skenario melodrama sudah mulai menghilang. Film terkini banyak yang mengambil tema sosial masyarakat, Jadi, produksi genre melodrama tampaknya semakin menurun. Di sisi lain, kenyataannya adalah berbagai genre menghiasi bioskop menandakan bahwa tema sosial menjadi hal yang nyaman. Aku menunggu waktu itu datang kembali. Lagipula, genre mellow adalah genre yang ditunggu-tunggu oleh aktor mana pun. Aku juga dengan senang hati untuk kembali bekerjasama dengan Jeon Do Yeon dalam film yang bergenre komedi-romantis.

10. Katanya kamu turut memproduksi SF Thriller The Silent Sea. Apa rencanamu di masa depan?

Jung Woo Sung: Aku turut berpartisipasi sebagai general produser dalam The Silent Sea. Ada banyak hal yang harus kukerjakan, jadi aku tidak punya waktu untuk bersenang-senang. (tertawa).

Original article : http://tenasia.hankyung.com/archives/1912750

Translation by : Suci A. sucii.anggunisa@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here