[TEN INTERVIEW] Kim Nam Gil Berbagi Cerita Perihal Film Barunya, ‘The Closet’

0

By Suci A.

Kim Nam Gil / CJ Entertainment

Kim Nam Gil adalah aktor yang penuh kegembiraan dan keseriusan. Setelah memenangkan trofi dalam SBS Drama Awards tahun lalu, ia sekali lagi akan memancarkan pesonanya dalam film The Closet yang tayang pada 5 Februari. Film ini menceritakan kisah seorang ayah yang ingin mengungkap misteri di balik hilangnya sang anak di balik lemari. Kim Nam Gil sendiri berperan sebagai Kyung Hoon, si pengusir setan, dengan menunjukkan aktingnya yang halus dan keren. “Kami sepakat untuk fokus pada fakta bahwa penyebab insiden itu adalah orang-orang, dan yang bertanggung jawab serta mampu menangani dan menyembuhkan insiden itu pun orang-orang,” katanya, yang telah secara aktif terlibat dalam pekerjaan sejak tahap praproduksi. Menjelang perilisan film, Kim Nam Gil baru-baru ini ditemui di sebuah kafe di Sogyeok-dong, Seoul, untuk membicarakan film tersebut.

10. Ini adalah karya pertama sutradara Kim Kwang Bin. Apa kau tidak khawatir membintangi karya sutradara pendatang baru?

Kim Nam Gil: Saat membaca skenarionya, kupikir film ini punya materi yang segar. Aku mulai penasaran, karena aku belum pernah sama sekali bermain dalam genre seperti ini. Aku juga mulai tertarik karena film ini juga diproduksi oleh sutradara Yoon Jong Bin dan aktor Ha Jung Woo. Aku tidak merasa khawatir untuk bekerja sama dengan sutradara pendatang baru. Ketika bertemu dengan sutradara Kim, aku melihatnya bisa mengungkapkan pendapatnya dengan percaya diri di depan seniornya.

10. Bagaimana proses hingga akhirnya kamu dikasting dalam film ini?

Kim Nam Gil: Saat itu aku sudah memutuskan untuk syuting drama The Fiery Priest. Sutradara Yoon dan Ha Jung Woo menyuruhku untuk membaca skenarionya. Ha Jung Woo juga membujukku dan akhirnya aku menyetujuinya. Lagipula, aku tidak bisa menolak ajakan teman dekatku. (tertawa).

10. Apakah kamu menikmati film horor?

Kim Nam Gil: Aku sama sekali tidak bisa nonton film horor. Terakhir kali menonton film horor adalah film The Omen ketika masih kecil dulu. Aku masih ingat saat menonton film itu. Suasana dingin yang suram mengalir melalui aliran musik. Para tokoh akan pergi ke tempat yang dilarang (tertawa).

10. Apa film ini juga sering mengejutkan penonton?

Kim Nam Gil:  Tidak banyak adegan yang membuat penonton terkejut. Mungkin film ini agak ringan bagi para mania horor, namun ini bisa jadi kelebihan untuk film ini, karena orang-orang yang tidak bisa menonton horor sepertiku akan bisa memberanikan diri untuk menontonnya. (tertawa).

Kim Nam Gil / CJ Entertainment

10. Kyung Hoon yang ceria dan penuh canda, tiba-tiba menjadi serius. Apa yang paling kamu perhatikan ketika harus memainkan karakter yang berubah?

Kim Nam Gil: Di bagian awal, aku tidak memiliki niat untuk melucu. Aku hanya ingin menunjukkan sisi yang profesional. Seorang pengusir setan bisa saja memiliki sifat yang keras, riang atau menakutkan. Aku hanya ingin menunjukkan hal-hal yang realistis. Jika dalam skenario, karakter Kyung Hoon terkesan menakutkan, namun dalam film akan terlihat lebih segar.

10. Apakah karaktermu mulai berubah menjadi lucu saat proses syuting dilakukan?

Kim Nam Gil: Hmmm… Dibandingkan lucu, karakter ini menjadi semakin cerah. Awalnya aku ingin memberikan perubahan sedikit dalam karakter, namun aku khawatir terlalu menghilangkan sisi horor dan mengganggu penonton dalam menghayati film.

10. Apa kesulitan yang dihadapi selama memerankan pengusir setan?

Kim Nam Gil: Menghafal mantra! Mantranya terlalu panjang. (tertawa). Awalnya, aku sudah mengumpulkan banyak pendapat untuk tidak terbatas pada agama tertentu. Aku juga melakukan searching di internet sekaligus bertanya pada para pemimpin agama atau pemimpin Shaman. Aku menemukan isi yang mirip dengan mantra dan melakukan latihan selama 1 bulan. Setelah dicari tahu, ternyata mantra itu berasal dari sihir Hindu dari Eropa. Karena itu, aku kembali menggunakan mantra kuno dari Korea. Aku tidak bisa menggunakan semua mantra, karena itu, aku hanya mengambil beberapa bagian saja.

10. Apa kamu sudah menghafal semua mantra yang panjang itu?

Kim Nam Gil: Aku menghafal mantra dan mengatakannya dengan lancar di bagian awal syuting. Tapi aku mulai melakukan kesalahan di pertengahan. (tertawa). Ketika mengusir setan, aku juga harus menghafal mantra sambil meningkatkan energi, tetapi setelah diucapkan, baris berikutnya sulit untuk diingat. Jadi aku bergumam tentang apa pun. (tertawa). Sutradara mengira aku sedang berakting, jadi dia tetap diam. Aku mengucapkan alamat lama rumahku dan nama-nama temanku secara sekilas. Setelah itu, aku akan menumpuknya dengan rekaman ulang. Jika aku mengucapkan mantra terlalu akurat, nanti dukun atau pemimpin agama yang melihatnya akan berkata ‘Itu salah’. Aku takut menyindir masalah agama, karena itu aku sengaja mengucapkannya tidak dengan akurat.

10. Gerakan tanganmu ketika mengucap mantra juga unik.

Kim Nam Gil: Aku mengikuti gaya animasi ‘Naruto.’ (tertawa).

Cuplikan film The Closet / CJ Entertainment

10. Ini pertama kali kamu beradu peran dengan Ha Jung Woo, bagaimana perasaanmu?

Kim Nam Gil: Rasanya sama saja, baik di lokasi syuting atau di tempat lain. Ha Jung Woo asli dan aktor Ha Jung Woo tidak memiliki banyak perbedaan. Ia selalu ingin memberikan hiburan kepada banyak orang. Jadi aku sering mengecek, apa dia benar-benar tertawa karena lucu. (tertawa). Ha Jung Woo selalu berusaha untuk bersikap santai di lokasi syuting. Sebagai orang yang sudah lama terjun di dunia perfilman, ia pandai dalam menyeimbangkan mana hal yang penting dan yang tidak penting.

10. Bagaimana perasaanmu ketika harus melakukan action  sendiri di depan lemari?

Kim Nam Gil: Aku senang melakukan akting action, kukira rasanya akan sangat nyaman. Namun ketika aku harus melakukannya sendiri di depan lemari, aku merasa malu karena dilihat oleh para staf dan itu mungkin akan terlihat lucu. Karena itu, aku meminta hanya beberapa staf saja yang melihatku. Saat itu aku tidak bisa fokus dan mengubah suasananya menjadi sedikit lucu. Aku cukup kesulitan untuk membayangkan apa yang terjadi setelah itu. Aku juga harus menendang tembok, di mana aku harus melakukanya dengan cepat. Namun ternyata gaya menendangku sangat tidak keren. (tertawa).

10. Biasanya para pemain akan merasakan hal-hal mistis selama syuting film horor.

Kim Nam Gil: Aku dengar, jika hal itu terjadi, maka itu akan membawa kesuksesan bagi film ini. Pernah beberapa lilin yang menyala tiba-tiba mati, namun sayang sekali lilin itu mati karena dry ice yang digunakan untuk special effects.

Kim Nam Gil / CJ Entertainment

10. Tahun lalu, kamu menerima penghargaan untuk drama The Fiery Priest. Mungkin kamu sudah memprediksikannya dan apakah kamu sudah persiapkan pidato kemenangan lebih dulu?

Kim Nam Gil: Bukankah terlalu kentara jika aku sudah menyiapkan pidato lebih dulu? (tertawa). Semua pikiranku kosong saat naik ke atas panggung. Setelah ditonton kembali, aku merasa bersyukur karena sudah mengatakan pidato dengan baik.

10. Kamu mengucapkan terima kasih dan menyadari betapa berharganya ketika dapat bertemu dengan rekan sesama aktor. Bagaimana perasaanmu saat itu?

Kim Nam Gil: Saat naik ke atas panggung, aku langsung melihat para pemain drama The Fiery Priest. Sebagai aktor, melakukan akting dan interview di depan banyak orang adalah hal yang lumrah dilakukan, namun terkadang kita butuh sebuah keberanian. Jadi aku ingin selalu semangat untuk bisa bertahan di hari ini atau tahun ini. Aku selalu berpikir setiap kali berkecimpung di sebuah karya, aku selalu menganggapnya sebagai karya yang terakhir. Itu juga terjadi dengan The Fiery Priest atau The Closet. Para aktor selalu berharap semua karyanya dapat dicintai oleh publik. Karena itu, aku selalu teringat rekan-rekan yang telah memberikan keberanian untukku. Aku tidak mungkin bisa melakukan ini sendiri.

10. Dengan kesuksesan The Fiery Priest, kamu pasti punya harapan lebih untuk film ini.

Kim Nam Gil: Aku sedikit gugup (karena film terakhir yang dibintangi tidak mendapat banyak sambutan). Aku sangat berharap banyak penonton yang akan menyukai film ini. Jika film yang kubintangi dinilai kurang, aku khawatir film berikutnya akan sulit. Keragaman film ini juga penting, tetapi aku berharap karya ini akan menarik bagi banyak penonton.

Original article : http://tenasia.hankyung.com/archives/1908718 

Translation by : Suci A. sucii.anggunisa@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here