Jaksa Telah Meminta Surat Penangkapan untuk Seungri atas 7 Kasus Dakwaan

0

By Aisya J.

Seungri

Kejaksaan telah meminta surat perintah penangkapan untuk mantan member Bigbang, Seungri, dengan tuduhan kasus perjudian dengan valuta asing dan membayar perjudian dengan menggunakan metode hwanchigi (meminjam dengan mata uang dollar dan dibayarkan dengan mata won).

Hari ini (10/1) dikabarkan bahwa pada tanggal 8 Januari lalu Kantor Kejaksaan Distrik Seoul mengajukan surat perintah penangkapan awal untuk Seungri atas tujuh dakwaan, diantaranya perjudian, pelanggaran Undang Undang Transaksi Valuta Asing, dan pelanggaran Undang Undang Hukuman Prostitusi.

Sebelum penangkapan, akan dilakukan interogasi terhadap Seungri, yang dilaksanakan pada tanggal 13 Januari mendatang pukul 10.30 KST. di Pengadilan Distrik Pusat Seoul.

Sebelumnya pada bulan Mei tahun lalu, polisi telah meminta surat perintah penangkapan pada Seungri atas lima dakwaan, diantaranya pelanggaran Undang Undang Hukuman Prostitusi, penggelapan berdasarkan Undang Undang tentang Kejahatan Ekonomi Khusus, pelanggaran terhadap Undang-Undang Sanitasi Makanan, namun hal tersebut ditolak oleh pengadilan. Polisi kemudian mengirim kasus itu ke kejaksaan pada bulan Juni di tahun yang sama. Setelah penyelidikan lebih lanjut, polisi mengirimkan kasus tersebut ke kejaksaan sekali lagi pada bulan Oktober tahun lalu dan jaksa menambah tuntutan atas kasus perjudian dan pelanggaran Undang Undang Transaksi Valuta Asing. Jaksa kemudian menggabungkan dua kasus tersebut memperkuat penyelidikan.

Seungri dituduh melakukan beberapa kali perjudian bersama mantan CEO YG Entertainment, Yang Hyun Suk, di Las Vegas Hotel Casino di Amerika Serikat selama sekitar 3.5 tahun sejak bulan Desember 2013 lalu.

Kemudian bersama Yang Hyun Suk, Seungri juga diduga meminjam mata uang dollar di Amerika dan membayarnya dalam mata uang won di Korea, yang disebut dengan hwanchigi.

Polisi juga melampirkan surat penangkapan kepada Seungri dengan tuduhan menyediakan jasa prostitusi kepada investor asing serta mengirim foto-foto wanita tanpa busana melalui aplikasi Kakaotalk, yang dilakukannya sejak bulan September 2015 hingga Januari 2016. Selain itu, Seungri juga dituduh atas kasus penggunaan dana Yuri Holdings sebagai biaya pengacara atas kasus sebelumnya, di mana Seungri dan rekan kerjanya mantan CEO Yuri Holding, Yoo In Suk, mendirikan Monkey Museum di daerah Gangnam yang tidak dilaporkannya sebagai usaha tempat hiburan malam, melainkan hanya dilaporkan sebagai usaha restoran umum.

Original article : http://tenasia.hankyung.com/archives/1892708

Translation by : Aisya Julia aisyajulia@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here