Sunny’s Corner: Chapter 11 – Makanan Tahun baru Korea

0

Halo! Ini Sunny.

Akhirnya, Tahun baru 2020 telah datang! Saya sangat gembira karena tahun baru 2020 telah datang. Pembaca Ten Indonesia, semoga tahun baru ini penuh dengan rejeki dan hal-hal baik.

Hari ini Sunny akan memperkenalkan ‘Teokkuk’, yaitu makanan untuk Tahun baru di Korea.

Pada tanggal 1 Januari, ketika tahun baru tiba, orang Korea akan memulai tahun baru dengan membawa harapan baru dan sambil memakan makanan ‘Teokkuk’ bersama keluarga.

‘Garaetteok’ yang terdapat dalam ‘Teokkuk (sup kue beras)’ adalah salah satu jenis kue beras. Bentuk aslinya putih dan panjang seperti gambar di atas ini. Kue beras putih panjang ini memiliki makna hidup sehat dan hasil panen yang berlimpah, dan dengan memakan kue beras ini orang-orang percaya akan menjadi sehat dan kaya pada tahun baru.  Kue beras dipotong bundar-bundar dan dimasukkan ke dalam ‘Teokkuk’ karena suatu alasan. ‘Yupjeon’, uang Korea zaman dahulu bentuknya bulat sehingga kue beras ini diiris demikian mengikuti bentuk uang tersebut dengan harapan dapat meningkatkan kekayaan.

Kira-kira, sejak kapankah orang Korea makan ‘Teokkuk’?

Meskipun tidak ada catatan akurat kapan budaya memakan ‘Teokkuk’ dimulai, namun sup ini tercatat sebagai makanan yang sangat penting dalam hidangan raja dalam buku ‘Yeolyangseosigi‘ yang diterbitkan pada tahun 1819 dan buku ‘Dongkukseosiji‘ yang diterbitkan pada tahun 1849. Selain itu, dalam sebuah buku berjudul ‘Chosun Commons’ yang diterbitkan pada tahun 1948, dikatakan bahwa memakan ‘Teokkuk’ di Tahun Baru adalah kebiasaan dari masa lalu yang sudah  sangat lama dilakukan.

Saat ini, ketika memasak ‘Teokkuk’, biasanya kita memperkaya rasanya dengan menambahkan daging sapi. Namun di masa lalu masakan ini dibumbui dengan menambahkan daging pegar. Akan tetapi daging pegar mahal dan berharga, sehingga sulit disantap di rumah-rumah biasa. Sebagai gantinya, ayam biasa yang lebih murah digunakan. Dari latar belakang inilah pepatah “ayam sebagai pengganti pegar” muncul di Korea. Pepatah ini berarti ‘tidak ada rotan akarpun berguna’.

Demikianlah perkenalan masakan ‘Teokguk’, yaitu makanan yang harus dimakan saat Tahun baru di Korea. Di Korea, orang-orang makan ‘Teokguk’ di tahun baru dan baru dapat dikatakan telah bertambah usia 1 tahun jika telah memakan ‘Teokguk’. Hal ini berkaitan dengan cara menghitung usia yang unik dan hanya digunakan di Korea saja. Di Korea, orang-orang dengan tahun kelahiran yang sama dikatakan seusia tanpa menghiraukan bulan kelahirannya. Nanti di kesempatan lain saya akan memperkenalkan metode menghitung usia di Korea yang sangat unik.

Terima kasih sudah membaca hari ini.

Sampai jumpa minggu depan!

Tentang penulis:

Master jurusan Terjemahan Bahasa Indonesia Hankuk University of Foreign Studies-Korea Selatan, dan pecinta berat Indonesia. Sunny’s Corner adalah segment baru yang dihadirkan oleh Tenasia Indonesia yang membahas tentang budaya dan cerita dari Korea Selatan. Sunny’s Corner akan memberi content baru yang original, menarik dan informative untuk pembaca Tenasia Indonesia.

Kalau ingin tahu siapa Sunny, kunjungi IG Sunny: @sunny_kimsw


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here