[TEN FOCUS] Tindakan Ekstrem ‘Sasaeng Fans’ Menghantui Banyak Idola, Tidak Terkecuali BTS dan EXO

2

By Suci A.

Sasaeng fans adalah fans ‘ekstrem’ yang selalu mengikuti keseharian artis. Namun, fans yang sebenarnya tidak akan melakukan tindakan seperti yang mereka lakukan. Fans pada umumnya pasti akan memperhatikan artisnya dengan memberikan dukungan dan cinta yang hangat. Namun berbeda dengan sasaeng fans, mereka akan menguntit segala gerak-gerik hingga merugikan artisnya. Ada banyak member idol yang merasa dirugikan dengan kelakukan para sasaeng fans, seperti grup BTS, EXO, Shinhwa, TWICE, RED VELVET, dan lain-lain. Tindakan yang berlebihan itu kebanyakan membuat para artis merasa tidak nyaman hingga ketakutan. Tindakan paling dasar yang biasa dilakukan sasaeng fans adalah mencari tahu nomor telepon dan menghubungi artis berkali-kali. Mereka juga biasa mondar-mandir di sekitar rumah atau tempat kerja, hingga memaksa untuk masuk ke dalam ruang pribadi artis. Walaupun kata ‘fans’ ditempelkan setelah kata ‘sasaeng,’ namun tindakan mereka bisa dibilang sebagai stalker.

Pada (15/12) lalu, V BTS pernah mengungkit masalah tindakan sasaeng fans melalui siaran langsung Vlive. V mengatakan, “Sebenarnya kami ingin menaiki pesawat biasa, namun mereka mengetahui pesawat yang kami naiki, bahkan duduk di bangku depan dan samping kami. Kami merasa tidak nyaman karena tidak bisa beristirahat dengan tenang. Kami berharap mereka (sasaeng fans) tidak melakukan hal itu. Aku takut. Benar-benar takut.”

Bagi para sasaeng, mencari tahu nomor KTP, alamat, dan data pribadi artis bukanlah hal yang sulit. Kalau dirasa sulit, mereka tinggal melakukan transaksi untuk mendapatkan yang diinginkan. Mereka dapat dengan mudah mencari tahu informasi penerbangan, nomor kursi, dan hotel artis hanya dengan memasukkan data pribadi. Song Mino WINNER juga pernah menyindir tentang sasaeng melalui lirik lagu Agree yang ada dalam album solonya XX. ‘Seorang yang duduk di sebelahku di pesawat bukanlah seorang fans. Aku dengar mereka membeli informasi dari maskapai. 200 mm dari gerbang keberangkatan, pertempuran kamera terjadi. Privasi, gangguan kecemasan, aku jual itu semua.’ (lirik lagu Agree)

Pada bulan Juni, Jungkook BTS juga pernah mengkritik tindakan sasaeng. “Aku harus meletakkan ponselku sebentar,” katanya ketika nomor yang tidak dikenal terus meneleponnya selama siaran langsung Vlive. Jungkook memberi peringatan, “Aku tidak akan mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenal. Jika nomor ini adalah nomor fans yang ingin mengecek kebenaran nomor teleponku selama siaran langsung, maka aku akan memblokirnya.” Jungkook mengakui, “Aku menerima banyak telepon dari sasaeng fans, karena itu aku tidak punya pilihan lain selain memblokir nomor mereka.”

Pada (10/12) lalu, Youngjae GOT7 mengaku dirinya tidak bisa tidur karena terus diteror telepon dari sasaeng fans-nya. “Aku tidak bisa tidur dan rasanya mau gila karena terus ditelepon siang dan malam.” Youngjae memberi peringatan, “Tolong jangan meneleponku lagi.” Rapper Zico juga pernah menulis melalui twitternya, “Tolong jangan telepon dan mengirim pesan SNS padaku. Aku menerima lebih dari 15 telepon sasaeng per hari dan itu sungguh membuatku stres. Jika ingin mendengar suaraku, datanglah ke venue konser. Aku sudah lelah mengganti nomorku dan memblokir nomor mereka.”

Pelanggaran privasi yang dilakukan sasaeng tidak berakhir hanya dengan panggilan telepon. Mereka juga mengunjungi studio dan rumah. Chanyeol EXO pernah melaporkan dua warga negara Tiongkok ke polisi karena berusaha masuk ke studionya pada bulan Juni lalu. Mereka menekan kunci pintu dan bel pintu studionya, dan memutar pegangan pintu depan beberapa kali. Kim Dong Wan Shinhwa juga melaporkan sasaeng fans yang menemukan rumahnya. Dia memposting foto berisi coretan yang ditinggalkan sasaeng bertuliskan, ‘Ketemu! Sulit sekali menemukan rumahmu. Aku mengenalmu.’  Kim Dong Wan memberikan peringatan, “Wajahmu sudah tertangkap kamera CCTV, kalau ingin bermain-main denganku dengan meninggalkan surat ini, aku akan membuatmu menyesal.”

Tidak ada kata siang dan malam bagi para sasaeng fans. Mereka tidak hanya mengikuti artis di kegiatan resmi, tetapi juga mengikuti gerak-gerik keseharian artisnya. Pada tahun 2014 lalu, venue pernikahan kakak kandung Baekhyun EXO menjadi porak poranda karena dipenuhi oleh kumpulan sasaeng yang mengikuti Baekhyun. Walaupun Baekhyun dan member lainnya telah meminta mereka untuk mematikan kamera, namun mereka tidak menggubris dan tetap mengambil foto mereka. Setelah foto Baekhyun dengan ekspresi tidak mengenakkan terekspos di media sosial, banyak orang yang mengecam tindakan sasaeng ini.

Masalah terbesar dari tindakan sasaeng adalah ketika tindakan mereka yang berlebihan menyebabkan sebuah kecelakaan. Pada (8/12) lalu, Jihyo TWICE terjatuh karena terdorong kamera para fans yang hendak mengambil fotonya di terminal kedatangan Bandara Internasional Gimpo, sepulang kegiatan grup di luar negeri. Jackson GOT7 juga pernah terluka karena mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan mobil sasaeng fans. Pada Desember tahun lalu, mobil yang ditumpangi BTS pernah bersinggungan dengan taksi sasaeng fans yang sedang mengikuti mereka ketika menuju hotel setelah menyelesaikan tur Love Yourself di Taiwan.

Semakin banyak kerugian yang disebabkan oleh para sasaeng fans, membuat agensi dan setiap fandom berusaha untuk melindungi para member dari sasaeng fans. Mereka membuat blacklist dan menambah ajudan. Para fans juga tidak membeli foto-foto yang diambil oleh sasaeng dan akan langsung melapor kepada agensi jika terdapat tulisan atau tindakan yang merugikan artis. Walaupun telah melakukan berbagai cara, banyak pihak dari dunia hiburan mengaku kesulitan untuk menghapus para sasaeng fans. “Sasaeng fans akan selalu muncul di mana saja dan kapan saja dengan berbagai bentuk. Menambah ajudan dan mengambil tindakan hukum hanya membuat mereka jera sementara. Jika kita menangkap satu orang, maka akan muncul dua orang lainnya.”

Perilaku para sasaeng fans tersebut tidak ada bedanya dengan pelanggaran privasi dan stalking. Walaupun pemerintah telah memperketat undang-undang yang mengatur tentang pelanggaran privasi, kebocoran informasi pribadi, namun hukuman yang diberikan masih lemah. Pengacara Lee Jaeman mengatakan, “Hukuman bagi sasaeng fans biasanya hanya membayar denda sekitar 100 ribu won.” Semakin banyak suara menyerukan dasar hukum untuk hukuman yang lebih keras karena sasaeng fans yang bisa menyebabkan tidak hanya penyakit mental, tetapi juga kecelakaan pada artisnya.

Original article : http://tenasia.hankyung.com/archives/1876640 

Translation by : Suci A. sucii.anggunisa@gmail.com

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here