[TEN REVIEW] Kim Jiyoung, Born 1982

0

by Yuri H.

Kim Jiyoung, Born 1982 adalah sebuah film yang berkisah tentang wanita berusia 30-an bernama Kim Jiyoung yang menerima diskriminasi gender di banyak fase dalam hidupnya. Film ini mengangkat isu masyarakat seputar peranan seorang wanita di keluarganya, baik itu sebagai ibu, istri maupun sebagai seorang anak. Kim Jiyoung, Born 1982 menyajikan sebuah kisah menyentuh yang bisa dimengerti dan dirasakan oleh penonton, cara penuturan yang gamblang, akting A-class dari para aktor dan aktris juga menambah dalam makna dari film ini. Kim Jiyoung, Born 1982 memiliki alur yang jelas, penempatan konflik dan klimaks yang tepat dan menyayat hati, yang saya sebagai seorang wanita berharap dapat membuka mata dan pikiran penonton yang datang.

Kim Ji Young, Born 1982 merupakan film adaptasi yang diangkat dari novel berjudul sama karya penulis Cho Namju. Novel ini diterbitkan di tahun 2006 dan menjadi salah satu best seller di negaranya, dengan menjual lebih dari satu juta eksemplar. Buku bertema seperti ini bukan suatu hal yang normal di negara berpandangan konservatif seperti Korea Selatan dan mendapat tentangan dari kaum anti-feminisme. Walaupun begitu, Kim Jiyoung, Born 1982 tetap menginspirasi banyak orang dan sukses diadaptasi ke dalam bentuk film dan dalam penayangannya menyentuh hati banyak orang bahkan public figure seperti Irene Rede Velvet, Suzy dan RM BTS yang secara terang-terangan menunjukkan kekaguman mereka akan film ini.

Film dimulai saat Gong Yoo, yang berperan sebagai suami Jung Yumi (Kim Jiyoung), berkunjung ke seorang psikiater dan berbicara tentang kekhawatirannya terhadap istrinya. Gong Yoo merasa istrinya menunjukkan gejala depresi tapi sang psikiater berkata ia harus membawa istrinya karena dia tidak bisa mendiagnosa keadaan istrinya sebelum bertemu dan melihat keadaannya secara langsung.

Kita kemudian dibawa ke perjalanan hidup Kim Jiyoung, dengan alur maju mundur mengikuti flashback yang dialami Kim Jiyoung ke masa lalunya. Di situ kita dapat melihat bagaimana Kim Jiyoung lahir di keluarga patriarki yang umum di Korea Selatan, di mana ditunjukkan scene saat ibu dari Kim Jiyoung meminta maaf kepada ibu mertuanya karena melahirkan anak perempuan dan bukan laki-laki. Penonton melihat Kim Jiyoung tumbuh besar sambil selalu menyaksikan dan ikut merasakan diskriminasi gender yang terus dilakukan pada dirinya dan wanita-wanita di sekitarnya.

Akting dari Jung Yumi yang memerankan Kim Jiyoung memukau dan membawa saya sepenuhnya ke perjalanan hidupnya, saya sedih bersama dengan Jiyoung dan menangis bersama dengan air mata yang diteteskannya. Kemampuan akting dari Jung Yumi secara jujur menunjukkan betapa melelahkannya menjadi seorang wanita yang harus memenuhi standar yang diberikan masyarakat padanya, menerima cibiran yang tidak pantas ia terima dan mengubur mimpinya untuk bekerja. Nyaris di tiap babak dalam hidupnya, Kim Jiyoung mendapat tantangan hanya karena nasibnya yang terlahir sebagai perempuan. Misalnya, setelah hampir mengalami pelecehan seksual di sebuah bus dan diselamatkan oleh seorang ibu, saat ayahnya datang bukannya menghibur ayahnya malah menyalahkan rok yang dikenakan Kim Jiyoung karena dinilai bisa memicu tindakan jahat dari lelaki.

Kehadiran dari setiap tokoh di film ini sangatlah penting dan memberikan makna yang khusus dan tentu saja pembelajaran untuk setiap kita yang memiliki keluarga. Gong Yoo yang berperan sebagai Daehyun, suami dari Jiyoung menunjukkan sosok suami yang dalam kesehariannya berusaha untuk mendukung dan mengerti istrinya, walaupun di tengah keterbatasannya dan pemikiran patriarki yang orang tuanya coba tanamkan padanya.

Film Kim Jiyoung, Born 1982 sangat saya rekomendasikan untuk ditonton di liburan akhir tahun ini, sendiri, bersama keluarga ataupun pasangan. Banyak pelajaran hidup yang bisa kita dapatkan, tentang berdiri untuk diri sendiri dan berjuang di tengah ketidaksetaraan dan perundungan berbasis gender, tentang pengorbanan, tentang mengerti kapan kita harus meminta pertolongan, tentang mengasihi keluarga dan diri sendiri.  

Yuritiani Hepi (editor) yhepi@tenindonesia.com 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here