[TEN INTERVIEW] When the Camellia Blooms’ Lee Jeong Eun “Tahun Ini adalah Masa Keemasanku”

0

By Suci A.

Tahun 2019 adalah tahun keemasan bagi Lee Jeong Eun. Setelah berhasil menghantui para pemirsa melalui karya-karya horornya, seperti peran Moon Kwang dalam film EXIT dan Uhm Bok Soon dalam drama OCN Hell Is Other People. Ia juga telah berhasil membuat pemirsa menangis lewat perannya sebagai Jung Sook dalam drama KBS2 When The Camellia Blooms yang telah selesai tayang pada 25 November lalu. When The Camellia Blooms adalah drama yang menceritakan tentang seseorang yang menjadi mukjizat bagi orang lain. Lee Jeong Eun telah membuang putrinya, Dongbaek (Gong Hyo Jin) di usia 7 tahun, namun setelah 27 tahun ia kembali memunculkan dirinya sebagai Jung Sook, ibu kandung Dongbaek. Ia membuat pemirsa terharu dengan dialognya, “Walaupun aku mati, kau harus tetap bahagia.” Ditemui di sebuah kafe di kawasan Gangnam pada 4 Desember lalu, Lee Jeong Eun berbagi tentang kisahnya hingga menjadi ‘ibu bagi semua orang’.

10. Sudah berapa lama sejak When the Camellia Blooms berakhir. Apa kesibukanmu akhir-akhir ini?

Lee Jeong Eun : Aku berterima kasih kepada semua orang yang telah mencintai drama ini. Akhir-akhir ini aku bahagia dan bersyukur.

10. Kamu tidak beristirahat dan terus bekerja, mulai dari membintangi film Exit, drama OCN Hell Is Other People, hingga When the Camellia Blooms. Kamu menjadi aktris terkenal karena semua karyamu sangat sukses.

Lee Jeong Eun : Karena aku terus berkarya, banyak orang-orang di sekitarku yang bilang kalau wajahku muncul di mana-mana. Aku senang karena banyak orang yang menyukai dramaku. Itu menjadi hiburan bagi para pemirsa. Ini benar-benar masa keemasanku. (tertawa)

10. Bagaimana rasanya berada dalam masa keemasanmu? 

Lee Jeong Eun : Daripada menjadi orang yang beruntung, aku lebih senang jika menjadi orang yang selalu berada di samping orang yang beruntung. Memang, aku cukup beruntung, tapi aku selalu berada di sekeliling orang-orang yang beruntung. Aku ingin terus melanjutkannya.

10. Bagaimana standarmu dalam memilih karya? 

Lee Jeong Eun : Aku melihat apakah orang-orang yang bekerja denganku memiliki pemikiran yang sama denganku. Jika aku senang dengan lawan mainku, maka aku akan memilih karya itu. Aku juga mempertimbangkan naskah yang sekiranya akan disukai banyak orang. Karya favoritku relatif sederhana. Namun karya yang tidak sederhana adalah Hell Is Other People, dimana aku memilih karya itu karena berisi cerita tentang para penjahat yang sudah mati. (tertawa)

10. Karena peranmu sebagai Jung Sook, drama When the Camellia Blooms menjadi ‘drama yang membuat pemirsa ingin menelepon ibunya.’

Lee Jeong Eun : Sebenarnya, aku lebih dekat dengan kakakku dibandingkan dengan ibuku. (tertawa) Mungkin hal itu dikarenakan aku memiliki kesan yang hangat dan memerankan karakter ibu yang kuat. Drama When the Camellia Blooms berisi cerita tentang seseorang yang terlihat biasa saja, namun sebenarnya dalam dalam dirinya tersembunyi masa lalu dan kisah yang dramatis dan membuat simpati banyak orang. Yang terpenting, ini semua berkat naskah hebat seorang penulis Lim Sang Chun. Ini bisa dibilang sebagai dokumenter Jung Sook.

10. Karena kamu memiliki karakter kuat dalam film Exit dan drama Hell Is Other People, pada awalnya penonton memiliki kecurigaan padamu. Banyak yang memprediksi bahwa kemunculanmu memiliki niat tertentu.

Lee Jeong Eun :  Aku memperhatikan reaksi orang-orang ketika drama When the Camellia Blooms pertama kali ditayangkan. Ternyata banyak komentar yang mengatakan bahwa kemunculan Jung Sook memiliki makna tertentu. Ada yang bilang bahwa Jung Sook ingin membunuh putrinya, Dongbaek. Sebenarnya banyak prediksi-prediksi yang kulihat, namun aku menanggapinya secara positif. Tentu saja, terkadang aku merasa frustasi karena komentar seperti itu. Aku muncul karena suatu alasan, tetapi aku hanya berpikir kenapa mereka curiga padaku. Mungkin ini luka yang harus diterima sang ibu karena telah membuang putrinya. Haha.

10. Kehidupan Dongbaek sungguh tidak mujur, tetapi kehidupan Jung Sook pun tak ada bedanya. Apalagi ketika melihat Jung Sook yang selalu meletakkan sapu tangan di leher dengan rambut yang diikat biasa. Banyak pemirsa yang dibuat menangis melihat penampilan seorang ibu yang kusut seperti itu.  

Lee Jeong Eun : Mungkin penampilan Jung Sook akan terlihat seperti ibuku sendiri. Aku berusaha untuk bersikap lucu ketika memerankan adegan lucu, sedangkan akan berakting menyedihkan ketika memasuki adegan sedih. Aku ingin mengekspresikan kesedihan mendalam dari apa yang tertera pada naskah. Tapi sebenarnya aku cukup kesulitan, karena isi naskah yang ditulis penulis Lim Sang Chun lebih menyedihkan lagi. Awalnya aku sempat khawatir, namun aku berusaha berakting sebaik mungkin.

10. Bagaimana perasaanmu ketika pertama kali mendapat naskah?

Lee Jeong Eun : Aku merasa cukup terbebani, namun ada banyak hal yang membuatku kagum. Aku terkejut dengan bagian ketika bertemu langsung dengan brandal (Lee Gyu Seong). Selain itu aku kagum dan terharu dengan dialog ketika Dongbaek bertanya, “Bagaimana rasanya hidup bersamaku selama 7 tahun 3 bulan?” dan aku menjawab, “Rasanya seperti membakar tabunganku.” Aku pikir itu dialog yang sangat bagus.

10. Jung Sook baru muncul di pertengahan drama. Sepertinya kamu merasa terbebani melihat drama ini mulai menunjukkan kesuksesan.

Lee Jeong Eun : Aku selalu melakukan monitoring sejak episode 1. Aku memang merasa terbebani, khususnya ketika Jung Sook mulai muncul dan cerita berjalan lebih cepat, serta banyak ledakan baru dalam cerita. Aku bahkan menyampaikan kecemasanku pada Gong Hyo Jin, “Aku akan mati kalau rating pemirsa menurut setelah kemunculan Jung Sook.” (tertawa) Aku sangat bersyukur ternyata mendapat reaksi yang begitu baik. 

10. Kamu tidak berakting pura-pura demensia pada Dongbaek. Sepertinya akting berpura-pura demensia itu lebih sulit daripada pasien aslinya. Apa yang menjadi fokusmu dalam melakukan akting itu?

Lee Jeong Eun : Aku punya pengalaman berakting sebagai pasien demensia dalam drama tvN tvN Familiar Wife. Saat itu aku sering bertemu dengan pasien demensia dan menonton dokumenter tentang penyakit itu. Dalam drama When the Camellia Blooms ini, aku tidak berperan sebagai pasien pengidap demensia, melainkan yang terpenting adalah bagaimana cara membuat pemirsa percaya bahwa Jung Sook mengidap demensia. Selain itu, yang terpenting lainnya adalah berkata secara jujur. 

10. Bagaimana kesanmu terhadap Gong Hyo Jin yang berperan sebagai putrimu, Dongbaek?

Lee Jeong Eun : Dia sangat sehat dan tahu bagaimana cara memfokuskan diri. Aktingnya sangat natural seperti air yang mengalir. Aku pikir dia aktris yang jenius. Kini aku tahu mengapa banyak orang yang menyukainya.

10. Lalu bagaimana dengan Kim Kangho, yang berperan sebagai cucumu Philgu? Cha Yeong Hoon PD memujinya sebagai Yoo Seung Ho dan Yeo Jin Go ke-2.

Lee Jeong Eun : Dia benar-benar jenius. Dia aktor yang sangat luar biasa, yang bisa membuat kita tertawa dan menangis. Dia bukan lagi aktor cilik, tetapi dia sungguh aktor. Aku yakin dia akan sukses.

10. Setelah berkarir cukup lama, baru kini lah kamu menunjukkan sinarmu.

Lee Jeong Eun : Aku rasa ini waktu yang baik. Aku memiliki perasaan dangkal, jadi jika aku sukses lebih awal, mungkin aku senang, tapi di sisi lain aku bisa saja menjadi sombong. Karena itu, jika aku menerima piala penghargaan sekarang, aku akan memberikannya untuk ibuku. Aku rasa sebaiknya lebih baik aku tidak mendekatkan diriku dengan piala-piala itu. Walaupun itu sebuah hasil dari kerja kerasku, tetapi aku merasa seperti orang jahat. Aku merasa terbebani jika membiarkan piala atau tropi ada di depan naskahku. Aku ingin melakukan pekerjaan seolah-olah baru melakukan itu untuk pertama kalinya..

10. Apa kamu pernah merasa rendah diri atau cemas ketika bekerja dengan teman sesama artis?

Lee Jeong Eun : Bohong rasanya jika aku tidak pernah memiliki perasaan itu. Aku merasa harus bekerja keras karena teman-temanku melakukan aktingnya dengan sangat baik. Sedangkan aku berkembang dengan sangat lama. Aku rasa aktingku masih kurang baik ketika melihat drama-dramaku sebelumnya. Aktingku hanya seperti seorang yang membaca tulisan. Aku hanya ingin melakukan akting dengan baik layaknya pemain hebat lainnya. 

10. Apa kamu pernah berpikir untuk berhenti akting?

Lee Jeong Eun : Tidak pernah. Aku pernah mengisi waktu dengan mengajar akting. Saat itu aku pikir, sebaiknya aku berhenti mengajar jika ingin melakukan akting dengan baik. Aku adalah guru, tetapi aktingku sangat buruk. Aku pikir tidak boleh membuang waktu dan harus memanfaatkan waktuku untuk mendalami akting.

10. Pernahkah kamu bersyukur karena telah mengambil pekerjaan sebagai aktris?

Lee Jeong Eun : Ya, ketika penampilanku di layar kaca terlihat baik. Sebenarnya ini menyangkut kepercayaan diri, tapi terkadang aku merasa bahwa ini sebuah takdir. Jika adegannya berjalan baik, maka aku merasa bersyukur dan ingin terus berakting. Tahun ini pun aku merasakan hal yang sama. Aku tidak tahu apakah perasaan ini akan berlangsung selamanya, tapi yang pasti bahwa aku sangat menyukai akting. Ini pekerjaan yang kusukai, baik orang-orang mencariku atau tidak. 

10. Selain akting, apa saja yang menjadi energi untukmu?

Lee Jeong Eun : Anjing dan jogging. Aku memelihara anak anjing dan aku sangat senang bisa bertemu dengan makhluk hidup lainnya. Walau begitu, aku bukanlah orang yang memegang prinsip untuk tidak menikah. Berhubung akhir-akhir ini aku banyak berkecimpung dalam berbagai karya, jadi aku belum bisa menerima energi dari sebuah hubungan asmara. Aku tidak punya kekasih bahkan setelah usia 45 tahun. Jika aku memulai hubungan asmara, maka pekerjaanku akan terbengkalai. Orang tuaku malah lebih senang jika aku tidak memiliki hubungan asmara dan tinggal sendiri. Mungkin suatu saat nanti cinta itu akan datang sendiri.

10. Apakah kehidupan sebagai aktris Lee Jeong Eun dan manusia Lee Jeong Eun berjalan dengan seimbang?

Lee Jeong Eun : Aku tetap menikmati akting walau tidak ada yang memperhatikanku. Aku juga merasa pekerjaan ini cukup stabil karena aku mendapatkan uang. Sebenarnya aku juga berpikir suatu hari nanti tidak ada karya yang akan menghampiriku. Mungkin banyak orang yang merasa bahwa aku sudah sering melakukan peran tertentu sehingga mereka tidak akan meng-kastingku lagi. Bagaimanapun, aku akan terus berusaha untuk tetap memikul pekerjaan ini.

10. Baru-baru ini kamu meraih piala Best Supporting Actress Award dalam acara 40th Blue Dragon Film Awards untuk film EXIT. Drama When The Camellia Blooms juga menerima banyak cinta dan kemungkinan untuk meraih penghargaan cukup tinggi.

Lee Jeong Eun : Aku pikir masih terlalu dini untuk mendapatkan penghargaan melalui drama ini. Aku merasa ini adalah masa ketika aku harus belajar lebih banyak dari akting para seniorku. Aku sudah senang walau masuk dalam nominasi, dan aku ingin mendapat penghargaan itu secara perlahan. Dengan begitu, aku akan memiliki target tertentu. Dengan mendapatkan piala berkat film EXIT, itu sudah membuatku sangat bahagia.

10. Kira-kira drama When The Camellia Blooms akan dikenang sebagai drama seperti apa?

Lee Jeong Eun : Aku mendapat julukan sebagai ‘ibu nasional’ dan kurasa julukan itu tidak bisa dipakai sembarangan. Daripada mendapatkan sesuatu, drama ini membuatku sadar untuk kembali berpikir ulang sebelum membuat sesuatu dan bertanggung jawab akan sesuatu. Misalnya seperti Jung Sook, yang melahirkan seorang anak, namun tidak punya pilihan lain selain membuangnya karena suatu alasan. Setiap orang pasti memiliki kisah dan sejarah tersembunyi yang tidak kita ketahui. Aku juga bertanya-tanya sebelum memulai drama ini. Namun aku berpikir bahwa kita tidak boleh sembarangan mengkritik orang lain, sebaliknya harus membantu mereka yang sedang mengalami masa krisis. Aku hanya berpikir untuk membantu penulis dalam menyampaikan pesannya.

Original article : http://tenasia.hankyung.com/archives/1869664 

Translation by : Suci A. sucii.anggunisa@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here