[TEN INTERVIEW] Lee Seunggi, “Aku juga Ingin ada Vagabond Season 2”

0

By Ilham R.

“Banyak orang yang bilang denganku ‘Emangnya Lee Seunggi bisa bermain dalam genre action?’ karena mereka sudah terbiasa denganku yang bermain dalam genre melodrama atau romansa komedi, namun aku sudah menunjukkan spektrum aktingku yang lebih luas dalam drama Vagabond. Aku berterima kasih pada drama ini.”

Itu adalah perkataan Lee Seunggi yang menunjukkan kualitas akting action yang kuat dalam drama SBS Vagabond yang telah menayangkan episode terakhir pada Sabtu lalu (23/11). Vagabond adalah salah satu karya awal (kecuali variety show) yang ia pilih setelah menyelesaikan wajib militer pada tahun 2017 lalu. Mengenai Vagabond yang menyelesaikan produksi dalam waktu hampir 1 tahun, ia mengatakan, “ini adalah karya yang memancing keinginanku untuk menantang diri dan seleraku.” Lee Seunggi dapat dikatakan sebagai aktor laga yang mempunyai potensi besar dengan pemahaman akting yang mengekspresikan perasaan secara alami. Debut sebagai penyanyi pada tahun 2004, dia telah bertemu dengan masyarakat secara konsisten sebagai entertainer dan seorang aktor. Yuk kita simak saat tim Tenasia Korea mewawancari Lee Seunggi!

10. Drama Vagabond selesai dengan menyiratkan adanya season 2. Ini adalah akhir yang agak mengecewakan dan sia-sia bagi pemirsa yang mengharapkan akhir yang megah, apakah ada kemungkinan untuk season 2?

Lee Sunggi:  Jika kita melihat endingnya, pasti semua orang akan berpikir bahwa akan ada cerita untuk season 2. Sama seperti jika kita menonton drama Netflix, “oh?” berakhir dengan tanda tanya seperti itu. Menurutku jika hanya ada dukungan dari pemirsa mungkin sepertinya akan ada season 2. Yang paling penting adalah harus ada kebutuhan. Aku pastinya ada keinginan untuk itu, tetapi tidak tahu bagaimana dari pandangan tim produksinya.

10. Sepertinya ada pemirsa yang merasakan lelah dan ketidaksukaan terhadap karya besar seperti blockbuster di layar televisi. Apa alasan kamu memutuskan untuk melakukan pekerjaan ini di bawah tekanan jika sebenarnya kamu bisa memilih cerita yang lebih ringan dan nyaman?

Lee Seunggi: Aku awalnya berpikir susah untuk menargetkan pemirsa di televisi daripada di bioskop untuk karya action. Aku sudah lama berteman dekat dengan sutradaraku, lalu aku mendengar bahwa mereka sedang mempersiapkan karya ini saat aku menikmati masa cuti sambil minum-minum dengannya. Awalnya aku hanya memulai dengan percaya terhadap tim produksi. Saat proses syuting berlangsung, aku berpikir ingin memperlihatkan drama aksi yang berkualitas dan keren seperti ini di Korea.

10. Dari episode awal, drama ini menarik perhatian dengan penderitaan dan aksinya sejak di awal. Lalu ada adegan saat kamu berlari di atap bangunan di Maroko. Apakah adegan itu kamu perankan secara langsung?

Lee Seunggi: Banyak adegan yang diambill saat melangkahi bangunan di atas atap, itu adalah karena ini aksi yang mengandung perasaan dari Cha Dal Geon (Lee Seunggi). Awalnya, saat mengejar Jerome (Yoo Tae Oh), Cha Dal Geon mengejar dengan menaiki motor yang ia temukan. Tetapi setelah sutradara dan penulis berdiskusi, karena ini adalah aksi pengejaran dengan perasaan yang berat dari seorang Cha Dal Geon yang baru saja kehilangan keponakannya, akhirnya mereka mengambil kesimpulan untuk membuang adegan tersebut karena aksi sepeda motor itu pertimbangannya adalah hanya karena pemandangan yang 

spektakuler. Kali ini aku menyadari perbedaan antara menggunakan peran pengganti dan si aktor yang langsung melakukan aksinya, efeknya tentu akan lebih terasa nyata.

10. Tidak hanya dengan aksimu, kamu juga mendapat banyak penilaian baik tentang tatapan mata dan pesona jantanmu saat akting.

Lee Seunggi: Sepertinya auraku berubah dengan sendirinya dan muncul perubahan image setelah aku kembali dari wajib militer. Drama ini menggunakan emosi para karakter untuk menyalurkan adegan aksinya. Akting yang berlebihan sedikit dikurangi untuk menjelaskan keadaan dan fokus dari plot cerita agar drama ini terasa seperti nyata. Imageku dengan yang dulu sepertinya berubah melalui drama ini. Dengan artian seperti itu, drama ini menjadi hadiah buatku.

10. Apakah ada kekurangan atas respon dari pemirsa secara real-time karena produksi sudah dilakukan sebelumnya?

Lee Seunggi:  Ada dimana saat proses syuting aku berpikir secara kebetulan apakah aktingku pas atau tidak. Tetapi secara keseluruhan aku berakting dengan mempercayai sutradara dan mempertimbangkan saran dari sutradara. Produksi yang dilakukan sebelum adanya perencanaan tayang di layar TV sepertinya arahnya lebih baik untuk memberikan konten yang lebih bagus. Jika dipikirkan feedback dari pemirsa, sebenarnya banyak keadaan dimana kita menambahkan sistem yang bisa menonjolkan keseruan daripada merubah aliran (cerita) yang besar. 

10. Kamu akhirnya bertemu kembali dengan Bae Suzy setelah dipasangkan dalam drama Gu Family Book pada tahun 2013. Banyak pemirsa yang sudah menunggu romansa dari kalian berdua yang sepertinya sudah dalam tahap ‘gebetan’ dan menyayangkan ceritanya harus berakhir dengan seperti itu.

Lee Seunggi: Karena aku dekat dengan Bae Suzy, jadi aku merasa nyaman dan berakting secara natural. Sebenarnya dalam drama ini hampir tidak ada melo romansanya. Kalau menurutku bukannya menjadi tidak alami jika Cha Dal Geon yang kehilangan keponakannya dan berusaha menangkap penjahat bisa jatuh cinta? Aku juga banyak mengobrol dengan Suzy karena penting untuk menyesuaikan perasaan melodramatis yang dalam. Oiya, tapi ada adegan dimana Cha Dal Geon menolong Go Haeri (Bae Suzy) saat pemulihan di rumah sakit. Pada saat episode itu reaksi seperti komen dan jumlah views dari video itu luar biasa daripada adegan action. Padahal aku sudah melakukan aksi sampai mati tapi respon tentang adegan ini lebih bagus, lalu aku bertanya pada penulis bagaimana ini? Lalu aku mendengar bahwa itu adalah kelalaian sebagai penulis untuk membawa kami ke adegan romantis. Hahaha

10. Sepertinya ada perkembanganmu sebagai seorang aktor daripada saat berperan di drama Gu Family Book. Apakah memang ada tekad untuk berubah atau apakah kamu berpikir ini adalah saatnya?

Lee Seunggi:  Perubahan, ya aku selalu ingin melakukannya tetapi ada hasil yang tidak sesuai saat aku berkehendak seperti itu. Dalam drama Vagabond, aku memulai dengan hati ingin mencoba genre yang aku suka seperti film series James Bond daripada melakukan perubahan. Daripada sebelumnya, ada perubahan dalam menginterpretasikan naskah atau cara berakting. Kalau dulu, aku lebih mencoba menjelaskan perasaan dari karakter tersebut. Oleh karena itu, perasaan yang berlebihan menjadi terlihat canggung. Dalam drama Vagabond banyak bagian yang seharusnya tidak seperti itu. Kelebihan dari drama ini adalah aku bisa menilai diriku sendiri dari perspektif pemirsa. Sepertinya aku bisa mengamati secara terbuka bagian mana yang seharusnya aku sempurnakan saat season 2 atau dalam karya lainnya.

10. Banyak penggemar yang menunggu sisimu sebagai penyanyi. Setelah tahun 2016 kamu tidak pernah merilis lagu lagi, apakah ada rencana aktivitas sebagai seorang penyanyi?

Lee Seunggi: Sebenarnya selalu ada keinginan tetapi setelah aku keluar dari wajib militer, leherku menjadi tidak sehat dan suaraku menjadi serak. Aku merasa susah untuk pulih. Oleh karena itu, awal tahun ini aku memulai yoga dan sekarang sedikit menjadi lebih baik. (Mengenai album) sebenarnya ada rencana tetapi lebih baik aku mengatakannya saat rencananya sudah muncul secara nyata. Banyak penggemar yang sudah menungguku sejak lama, aku akan mengumpulkan beberapa pikiran dan merasa lebih baik untuk membuat album dengan konsep yang berisi kisah yang ingin aku lakukan. Untuk itu, butuh pikiran dan waktu yang sedikit lebih lama lagi. Ada keinginanku untuk mengeluarkan album full, tetapi karena harus berisi lebih dari 9 lagu, mungkin itu akan menjadi 4 atau 5 single.

10. Kamu berakting dan bernyanyi hingga tampil dalam variety show, itu pasti tidak mudah untuk melakukannya secara konsisten. Apakah ada masalah dalam menjadi aktor, penyanyi, dan sekaligus seorang entertainer?

Lee Seunggi: Kekhawatiranku adalah masyarakat yang sudah ‘terbiasa’ terhadapku. Yang menjadi perhatian khusus ketika aku mendapatkan banyak paparan adalah bahwa orang-orang yang sudah terbiasa dengan suaraku. Aku pikir suara seorang aktor ketika tidak terdengar asing bagi publik akan lebih terasa baru. Tetapi karena tidak ada cara untuk merubah suara, lebih baik terus melakukannya dan dibentuk menjadi sebuah konten besar yang disebut ‘Lee Seunggi.’ Dalam variety show pun aku mencoba berbagai konsep berbeda seperti program Busted Season 2, lalu variety show dari Netflix Together yang aku lakukan bersama aktor Taiwan Jasper Liu. Sebagai seorang entertainer memperlihatkan dan terus melakukan berbagai macam konten menjadi pr tetap bagiku.

10. Kamu sudah aktif tampil dalam program Master in the House selama 2 tahun, dan akan segera memasuki episode yang ke-100. Bagaimana perasaanmu?

Lee Seunggi: Aku tidak percaya. Zaman sekarang sepertinya tidak banyak program yang tayang hingga 100 episode. Aku banyak bertemu guru (mentor) di Master in the House, dan aku mencoba berbagai macam percobaan. Aku mencoba belajar dengan serius dan pernah gagal juga. Ini adalah program yang terbuka dan bisa bertemu dengan banyak orang, menurutku itu adalah daya tarik dari Master in the House.

10. Tahun lalu kamu meraih Daesang di SBS Entertainment Awards, apakah tahun ini kamu akan meraih penghargaan itu kembali?

Lee Seunggi: Haha. Sepertinya bingung mau jawab bagaimana pun. Kalau aku bilang tidak ingin mendapatkannya, sepertinya akan terdengar sombong, kalau bilang ingin mendapatkannya sepertinya kemampuanku juga belum sampai disitu. Yang jelas, aku tidak terobsesi dengan penghargaan melalui Vagabond. (saat ditanya, bukannya dulu kamu bilang tujuanmu adalah untuk mendapatkan penghargaan Daesang, sebagai aktor, penyanyi, maupun artis) sepertinya itu arogan sekali haha. Ada orang yang berusaha keras dalam satu bagian, jadi aku pikir aku melanggar aturan jika menghendaki semua penghargaan. Tetapi, aku pikir sikapku tidak kalah dengan penyanyi, aktor, atau entertainer lainnya.

10. Kamu selalu menunjukkan gairah yang penuh apapun pekerjan yang kamu lakukan. Apa yang mendorongmu?

Lee Seunggi: Aku suka tantangan baru. Jadi aku ingin menunjukkan sesuatu dan membuktikan kemampuanku karena aku mencintai pekerjaanku. Melalui proses itu, aku merasa aku akan berkembang. Tetapi akhir-akhir ini, outputnya terlalu banyak jadi aku merasa butuh input sedikit. Aku pikir alasan mengapa aku menjadi lelah karena aku ingin menjadi baik dalam segala hal, jadi aku pikir aku perlu tahu bagaimana cara menurunkannya.

10. Bagaimana dengan kisah asmara?

Lee Seunggi: Aku selalu memimpikannya tetapi tidak berhasil. Saat aku berumur 20an, biasanya kalau sudah ada target (pacar) aku sangat bersemangat, tetapi karena sekarang banyak yang aku pikirkan jadi sepertinya tidak bisa melaksanakannya. Tahun depan aku sudah berumur 34 tahun dan sepertinya sudah masuk dimana saatnya aku harus bertemu dengan orang yang baik, dan memulai sebuah keluarga. (Kalau begitu kapan akan menikah?) hahaha. Kalau aku melihat data dari orang-orang, sepertinya sebelum aku berumur 40 tahun. Kalau aku sudah berumur 40 tahun sepertinya akan semakin jauh dari pernikahan. Haha 

10. Menurutmu sekarang kamu berada di periode apa?

Lee Seunggi: Aku sepertinya harus fokus pada pilihan dan tantangan apa yang akan kulakukan sambil menemukan identitas diri sebagai entertainer maupun sebagai seorang manusia.

Original article: http://tenasia.hankyung.com/archives/1862145

Translations by: Ilham Ramadhan ilhamrams@gmail.com   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here