Sunny’s Corner – Chapter 7 : Karakter Korea 1 – Karakter Penguin Generasi Pertama, Pororo

0

Halo~ Ini Sunny~

Tahukah Anda bahwa Pororo yang dicintai oleh anak-anak di seluruh dunia adalah karakter buatan Korea?

Di Korea, Pororo disebut “Poresiden (Pororo + Presiden)” yang berarti presiden anak-anak, dan memiliki popularitas tinggi dan posisi yang sangat penting bagi anak-anak.

Yang benar-benar menarik adalah keponakan Sunny, yang belum pernah menonton TV, mencintai Pororo. Dia ingin membeli roti Pororo di toko roti dan tidak bisa meninggalkan showroom dengan kue Pororo, dia memakai pakaian Pororo dan tidur di atas selimut Pororo. Mungkin akan masuk akal jika dia pernah menonton kartunnya. Tetapi semua perilakunya adalah naluri anak-anak untuk menyukai Pororo, yang bahkan belum pernah ia lihat sebelumnya. Tidak hanya keponakan saya, tetapi juga banyak anak-anak di sekitar saya menyukai Pororo terlebih dahulu sebelum melihat kartunnya.

Pororo sekarang diekspor ke 130 negara, menciptakan sekitar 5 triliun efek ekonomi. Jika berbicara tentang ‘Hallyu’, biasanya kita memikirkan idola, drama, dan film seperti BTS dan BLACKPINK. Namun Pororo juga berhasil menghasilkan keuntungan dengan memperkenalkan Korea. Pernah bertanya-tanya mengapa nama Pororo adalah Pororo dan mengapa penguin itu menjadi Pororo? Para penciptanya menamakan karakter ciptaan mereka ini “Pororo” karena mereka menyaksikan dan berpikir bahwa bayi-bayi yang sedang berlari dan berjalan berkeliling  menyerupai penguin. Kemudian lahirlah karakter utama Pororo. Pororo diciptakan dengan alasan yang sederhana, tetapi dicintai dengan begitu beratnya.

Lalu, mengapa Pororo begitu populer?

Pertama, karena ia mirip dengan anak-anak.

Karakter lucu yang bertindak-tanduk serupa dan membuat kesalahan serupa dengan penonton utama mereka, membuat anak-anak merasa sama sehingga karakter ini menjadi populer. Selain itu, harapan untuk dapat terbang tinggi bagai penguin yang tidak bisa terbang membuat sedih semua penonton; bukan saja anak-anak, melainkan juga orang dewasa.

Kedua, waktu bermain yang pendek.

Daya konsentrasi bayi san balita lebih lemah daripada orang dewasa. Berhubungan dengan hal ini, Pororo mengembangkan tiap episodenya dalam waktu sekitar 5 menit, dengan mempertimbangkan karakteristik bayi dan balita. Pororo tertawa dan berbicara dalam waktu yang singkat, yaitu lima menit, dan mengakhiri ceritanya dengan sosok yang bahagia.

Pororo telah membuat Korea lebih dikenal dunia. Pororo, karakter asli Korea yang berada di pusat pasar animasi dunia, tidak hanya efektif secara ekonomi, tetapi juga menunjukkan kemungkinan pengembangan pasar animasi Korea di masa depan.

Selanjutnya, saya akan memperkenalkan Pengsoo, yaitu adik kelas Pororo yang sekaligus juga merupakan “Pororo” bagi generasi muda berumur 20~30an.

Sampai jumpa minggu depan 😀

Tentang Penulis:

Master jurusan Terjemahan Bahasa Indonesia Hankuk University of Foreign Studies-Korea Selatan, dan pecinta berat Indonesia. Sunny’s Corner adalah segment baru yang dihadirkan oleh Tenasia Indonesia yang membahas tentang budaya dan cerita dari Korea Selatan. Sunny’s Corner akan memberi content baru yang original, menarik dan informative untuk pembaca Tenasia Indonesia.

Kalau ingin tahu siapa Sunny, kunjungi IG Sunny @sunny_kimsw

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here