Sunny’s Corner — Chapter 5: Takhayul UMPTN

0

Halo, Ini Sunny~

Apakah Anda ingat adegan dari drama Reply 1997 yang sangat populer beberapa tahun yang lalu? Pada tahun 1990-an, konon jika kita mengumpulkan lebih dari sepuluh alfabet ‘S’ yang melekat di mobil ‘Sonata’, kita akan bisa masuk ke Seoul National University. Pada saat itu, banyak SONATA menjadi ONATA, dan perusahaan yang memproduksi mobil ini memperbaiki mobil-mobil yang berubah menjadi ONATA dengan gratis. Jika kita pikirkan sekarang memang sangat tidak masuk akal, tetapi ketika itu takhayul ini tersebar cukup luas.

Mengikuti artikel minggu lalu, saya akan melanjutkan cerita yang berkaitan dengan UMPTN. Jadi, topik hari ini adalah tentang takhayul UMPTN.

1.    Sup rumput laut yang licin dapat menggelincirkan kita dari ujian

Masakan pertama yang tidak boleh dimakan sehari sebelum ujian atau wawancara penting adalah ‘Sup Rumput Laut’. Ungkapan ‘Makan sup rumput laut’, yang berarti gagal dalam ujian atau wawancara, telah terdaftar di kamus. Asal-usul yang tepat mengenai ungkapan ini tidak dapat diketahui dengan tepat, tetapi ada desas-desus ungkapan ini telah digunakan sejak tahun 1907. Alasan mengapa sup rumput laut dilarang sangat sederhana. Permukaan rumput laut yang licin seakan-akan membuat kita dapat tergelincir dari ujian. 

2.    Jangan makan bubur karena takut menjadi bubur

Ketika orang korea ingin merusak atau menggagalkan sesuatu, ada ungkapan ‘memasak bubur.’ Oleh karena itu, orang-orang enggan makan bubur ketika menghadapi pekerjaan penting serta UMPTN. Namun faktanya, bubur adalah makanan yang cukup baik karena mudah dicerna dan dimakan ketika kita dalam keadaan gugup.

3.    Hadiah Yeot(gulali lengket) untuk melengketkan hasil baik

Orang-orang memberikan hadiah Yeot, yaitu gulali Korea yang sangat lengket, kepada mereka yang akan menghadapi ujian dengan maksud agar hasil baik ujian juga ikut lengket di Yeot tersebut. Namun sebenarnya kebiasaan ini berasal dari keluarga kerajaan Dinasti Joseon. Pada zaman dulu, para pangeran Dinasti Joseon memakan dua sendok jocheong yang manis dan kental seperti madu sebelum belajar karena bahan-bahan yang terkandung dalam jocheong membuat otak aktif. Tradisi ini terus berlanjut hingga hari ini, dan tetap menjadi tradisi di Korea untuk memberikan hadiah yeot kepada orang yang akan mengikuti ujian.

4.    Ketika memotong rambut, pengetahuan ikut terpotong bersama dengan rambut

Orang-orang enggan memotong rambut sebelum ujian karena percaya setiap helai rambut menampung keterampilan. Mereka pikir jika memotong rambutnya sebelum ujian, maka apa yang telah dipelajari selama ini akan ikut terpotong.

5.    Memasuki pintu depan dengan percaya diri!

Sebagian besar sekolah memiliki pintu depan dan pintu belakang. Ada mitos bahwa untuk dapat masuk universitas, kita harus menggunakan pintu depan ketika memasuki sekolah. Sunny juga ingat bahwa ketika masih SMA harus berjalan lebih jauh ke depan untuk menghindari pintu belakang karena kegelisahan yang tidak enak. 

Apakah kolom hari ini menarik?

Beberapa takhayul telah ada sejak Dinasti Joseon dan ada pula yang sangat mengherankan karena tidak masuk akal namun tetap dipercaya oleh banyak orang. Namun, para siswa ingin mengambil harapan sekecil apapun sebelum ujian sehingga banyak yang percaya pada takhayul-takhayul tersebut bahkan meski mereka tidak percaya sebelumnya. Akan tetapi, kita harus ingat, takhyul sekuat apapun tidak dapat mengalahkan usaha keras dan kemampuan kita.

Jika Anda selalu melakukan yang terbaik dan belajar keras, hasil yang baik akan selalu menunggu Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here