Pertunjukkan ‘Asia Traditional Orchestra Concert’ Berhasil Memukau Penonton di Balai Sarbini

0

By Suci A.

Credit : Twitter KCC Indonesia

Asia Traditional Orchestra Concert merupakan salah satu rangkaian acara 2019 Korea Festival in ASEAN. Untuk memperingati perayaan 30 tahun hubungan ASEAN-Korea, kawasan ASEAN telah terpilih untuk menjadi tuan rumah Festival Korea. Program-program yang diadakan dalam Festival Korea meliputi pertunjukan seni, pesta kuliner, pemutaran film, dan lain-lain.

Kali ini, Indonesia berkesempatan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan konser orkestra yang sangat meriah. Konser orkestra ini merupakan hasil dari Korea-ASEAN Special Summit yang diadakan tahun 2009 dengan tujuan untuk mempersatukan Asia melalui musik. Konser kali ini juga didukung dan dipersiapkan oleh Korea Foundation, Mission of The Republic of Korea to ASEAN, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Pusat Kebudayaan Korea di Indonesia serta Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia.

Sejumlah penonton tampak padat mengantri di luar venue, menunjukkan antusias mereka untuk segera masuk dan menonton konser. Konser ini juga dihadiri oleh Bapak Duta Besar Kedutaan Korea Kim Chang Beom dan sejumlah pejabat lainnya.

Konser yang berlangsung selama 60 menit ini berhasil memukau penonton dengan pertunjukan musik yang dimainkan oleh 40 seniman terpilih dari negara ASEAN. Mereka memainkan alat musik tradisional dari 11 negara, yaitu Korea, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam.

Konser dimulai dengan menyanyikan lagu-lagu daerah Indonesia, seperti Cublak Cublak Suweng, Ampar-Ampar Pisang, Ayam Den Lapeh dan lain-lain. Setelah itu, dilanjutkan oleh penampilan orkestra dengan lagu rakyat asal Korea berjudul ‘Layarkan Kapal’ yang dinyanyikan dengan suara yang sangat merdu. Lagu kemudian berganti dengan membawakan lagu Yamko Rambe Yamko dan Janger. Penonton semakin terpukau karena pertunjukan ini juga diiringi oleh tari tradisional asal Papua dan Bali.

Puncak dari konser ini adalah ketika para seniman memainkan lagu Shinmodeum, di mana lagu ini merupakan bentuk seni dari perpaduan samulnori (alat musik Korea) dan gugak (musik orkestra tradisional). Simfoni terakhir menjadi bagian penting karena menampilkan klimaks ritme instrumen musik ini.

Terakhir, mereka membawakan lagu One Asia yang merupakan cerminan konsep ‘persatuan dalam keanekaragaman’ dan ‘keanekaragaman dalam persatuan.’ Dengan begitu besar dukungan dari para penonton, mereka pun memberi hadiah berupa encore song yang mengakhiri konser dengan sangat memukau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here