Tingkah Laku Kang Haneul yang Bikin Senyum-Senyum Sendiri dalam Drama ‘When Camellia Blooms’

0

By Ilham R.

Semua orang menyebut Hwang Yongsik (Kang Haneul) dalam drama Rabu-Kamis KBS2 When Camellia Blooms sebagai ‘Unicorn.’ Unicorn adalah sosok yang sepertinya tidak ada di dunia nyata karena terlalu sempurna seperti dalam hal fisik, hingga dalam hal kepribadian. Penampilan yang rapi dan tampan, nada bicara yang selalu penuh perhatian dan tatapan matanya yang hangat, dan tahu bagaimana harus menghargai lawannya, Hwang Yongsik yang mencintai tapi tak pernah memaksa cintanya mendapat penilaian positif dari publik dengan sebutan “The Male Lead of Life” dari para pemirsa perempuan. Karakter Hwang Yongsik semakin bersinar berkat dialog yang bagus dari penulis Lim Sangchun serta kemampuan penyampaian ekspresi yang bagus dari Kang Haneul. 

Alasan mengapa Hwang Yongsik dapat mengambil hati banyak pemirsa adalah karena ia menunjukkan cinta sejatinya untuk satu orang dengan sepenuh hati. Di luar dari hubungan pria dan wanita, hubungan dari manusia ke manusia sangat tergambarkan dengan baik dalam drama ini. Kata-kata yang keluar dari mulut Hwang Yongsik membuat hati menjadi terbuka dan meningkatkan harga diri. Oleh karena itu semua dialog Hwang Yongsik sangat bagus.

“Dongbaek adalah yang paling kuat dan paling luar biasa di lingkungan ini. Itu adalah suatu kebanggan bagiku karena bisa menyukai Dongbaek.” “Lakukanlah apa yang kamu mau. Karena itu adalah Dongbaek yang paling aku sukai, sayangi, dan hargai.” “Dongbaek adalah orang yang penuh dengan kebahagiaan.”

Itu adalah dialog yang menunjukkan kehalusan dari seorang Hwang Yongsik pada episode 15-16 yang tayang pada tanggal 10 Oktober lalu. Dongbaek (Gong Hyojin) yang melihat Joker (pembunuh berdarah dingin) menyemprotkan sesuatu ke tokonya berusaha untuk tetap tenang walau bisa terlihat ia dengan erat menggenggam tangannya. Hwang Yongsik yang melihat hal ini tanpa mengucapkan apa-apa langsung melepas genggaman itu dan melap keringatnya. Ini adalah perilaku yang hanya dapat dilakukan oleh Hwang Yongsik. Itu adalah karena cinta lurus dari Hwang Yongsik yang lucu dan damai. Biasanya dalam drama romance terdapat satu atau dua adegan dimana si pemeran utama laki-laki berteriak pada pemeran utama wanita atau menarik dan menggenggam tangannya. Tetapi Hwang Yongsik memberikan semua tindakan yang sopan kepada lawan mainnya. Ia mengatakan, “Aku harus menganggap wanita yang aku sukai bernilai agar orang-orang lain juga menganggap wanita yang aku sukai bernilai.” Jika ada orang yang berbicara sembarangan kepada Dongbaek, dia tidak berkehali ataupun mencengkeram dengan pergelangan tangannya tapi akan berkata, “Pegang tanganku!” Inilah pesona yang dimiliki seorang Hwang Yongsik.

Ini bukanlah cerita tentang mengatasi kesulitan dalam mencapai cinta, atau menghancurkan prasangka, melainkan bagaimana caranya mencintai diri. Sang tokoh utama Dongbaek, membesarkan anaknya yang berumur 8 tahun seorang diri dan mengelola bar. Selain itu, dia adalah yatim piatu tanpa ada orang tua yang mendukungnya.  Karena prasangka dunia, ia tumbuh dengan mata tertutup sepanjang hidupnya, dan itulah sebabnya harga dirinya rendah. Namun, dia bertindak dengan penuh percaya diri dan kuat, seolah tidak seperti itu.

Hwang Yongsik adalah satu-satunya yang mengenali sosok Dongbaek yang berani dan hatinya yang lembut. Tidak menyedihkan, Dongbaek yang bertahan dengan teguh di tengah kesulitan hidup malah sebaliknya terlihat membanggakan dan hebat. Pikiran itu ia ekspresikan dengan tindakan dan omongannya. Kata-kata sejati Hwang Yongsik merangkul hatinya yang terluka.

“Dongbaek yang yatim piatu dan seorang single mom, jika kamu melihat orang lain, bisa saja kamu bergunjing dengan mudah dan mengatakan ia tidak beruntung. Bukannya Dongbaek adalah orang yang beruntung dengan berbicara secara terbuka? Jika kamu seperti yang lainnya, pasti kamu sudah menyerah sebelumnya. Namun siapa yang akan menyesal? Dongbaek, kamu adalah yang paling kuat, paling teguh, paling hebat, dan paling membanggakan di lingkungan ini. Aku akan terus mengatakan betapa luar biasanya kamu.” (When Camellia Blooms – Episode 8)

Hwang Yongsik juga menyadari “kebiasaan buruk” Dongbaek. Dongbaek adalah orang yang belum pernah dicintai sejak kecil, jadi ia ingin mendapat pengakuan untuk memastikan cintanya. Tetapi pada akhirnya ia menghancurkan hubungannya. Dongbaek mengatakan, “Kalau kamu capek ya sudah ayo berhenti,” kepada Hwang Yongsik yang mengatakan ia lelah dengan semuanya. Hwang Yongsik kemudian memutuskan untuk memberikan kebahagiaan kepada Dongbaek dengan menembus hatinya yang buruk dan menghilangkan kecemasannya.

“Aku juga lelah. Aku tidak ingin lagi. Aku juga tidak bisa mengerjakan pekerjaanku karena terus mengkhawatirkan Dongbaek, dan akhir-akhir ini aku tidak hidup seperti biasanya. Aku ingin berhenti dan hidup dengan tenang. Kita berhenti sekarang. Hentikan semuanya. Hentikan dan ayo kita menikah. Aku tidak bisa hidup dengan kekhawatiran akan Dongbaek. Karena aku jadi khawatir, dan kamu sangat lucu. Aku hanya ingin bersamamu di sampingku sampai mati.”

Sosok Hwang Yongsik yang seperti khayalan, dan cintanya yang polos dengan Dongbaek mendapat banyak cinta dari para pemirsa. Pemirsa juga jatuh cinta dengan drama When Camellia Blooms. Pada tanggal 30 Oktober lalu, rating dari drama ini meraih peringkat satu dengan 16,9% pada channel Rabu-Kamis. Sedangkan rating secara metropolitan mendapat 17,9%, dan mencatat rating 7,3%, 8,7% di chart 2049 dan menunjukkan popularitas dari drama ini. 

Original article: http://tenasia.hankyung.com/archives/1844723

Translations by: Ilham Ramadhan ilhamrams@gmail.com  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here