Puncak kekacauan yang Tidak Bisa Diprediksi Dalam Drama ‘My Country’

0

By Suci A.

Drama JTBC My Country menyuguhkan cerita yang lebih intens dan kuat.

Drama My Country merupakan karya penulis Cha Seung Dae & Yoon Hee Jeong yang disutradarai oleh Kim Jin Won. Dalam episode yang akan tayang tanggal 1 November mendatang akan menyuguhkan cerita yang sulit diprediksi. Adegan ketika Seo Hwi (Yang Se Jong) menembakkan panahnya ke Lee Bang Won (Jang Hyuk) atas perintah Nam Jeon (Ahn Nae Sang) semakin menambah ketegangan dan rasa penasaran penonton. Drama ini memperlihatkan ambisi terhadap kekuasaan dan perlahan mulai mengungkap rahasia yang tersembunyi, hingga pertarungan yang terjadi di ujung tebing.

◆ Dua sahabat yang meninggalkan kesan kuat

Sejak awal, My Country telah memberikan kesan yang kuat. Seo Hwi dan Nam Sun Ho saling berhadapan di jalan di mana mereka tidak bisa menghindar dari serangan pedang Lee Bang Won dan Lee Sung Kyu(Kim Young Chul ). Penonton semakin penasaran tentang kisah dua sahabat yang harus saling bertarung pedang ini.

Dalam prolog telah memaparkan sekilas nasib Seo Hwi dan Nam Sun Ho, serta Lee Bang-won, Lee Sung Gye dan Nam Jeon. Lee Sung Gye telah memutuskan Bang Suk sebagai putra mahkota kedelapan dan Lee Bang Won dan Nam Jeon bersaing sengit untuk memperebutkan kekuasaan. Karena My Country menggambarkan perkembangan tak terduga dengan latar belakang sejarah Wihwado Retreat dan Joseon, hal itu menimbulkan rasa ingin tahu tentang bagaimana alur cerita ini akan berlanjut. Kejadian ini akan menjadi poin penting yang tak boleh dilewatkan. Penonton semakin penasaran bagaimana nasib Seo Hwi dan Nam Sun Ho yang berdiri di jalannya masing-masing, dan Lee Bang Won dan Nam Jeon yang berusaha untuk membangun negara dengan kepercayaan masing-masing.

◆ Membunuh atau dibunuh! Siapa yang akan bertahan dalam pertarungan pedang?

My Country menunjukkan periode pergolakan. Kekuasaan yang keji tidak akan pernah membuka jalan untuk bertahan hidup bersama. Jika ingin hidup selamat, maka dia harus mengangkat pedangnya lebih dulu. Perang darah yang tak terhindarkan telah dimulai. Karena Bang Suk sudah diangkat sebagai putra mahkota, Lee Sung Gye dan Ratu Shindeok (Park Yejin) harus menyingkirkan Lee Bang Won. Untuk bertahan dalam situasi ini, Lee Bang Won mencoba untuk mendapatkan kembali kekuasaan melalui tentara prajurit.

Bahkan Nam Jeon juga berniat membunuh Lee Bang Won karena berpikir bahwa Lee Bang Won memegang dokumen rahasia kerajaan. Nam Jeon ingin mengubur masa lalu ketika dia mencoba membunuh Lee Sung Gye dan bertahan untuk mewujudkan mimpinya dalam membangun negara para sinha (budak). Dalam pusaran kekuasaan, Seo Hwi menangkap identitas mata-mata dan menembakkan panah ke Lee Bang Won. 

Lee Sung Gye dan Nam Sun Ho yang berjuang untuk menghalangi datangnya malapetaka serta Han Hee Jae yang mendapatkan kunci rahasia Lee Hwaru tidak akan luput dari pertarungan pedang yang ada di depan mata mereka. Drama ini akan mengungkap tokoh-tokoh tak terduga yang akan bertahan hidup dalam pertarungan darah nanti.

◆ Para pemain semakin mendalami akting di setiap adegan!

Kekuatan para pemain dalam mendalami akting, mulai dari adegan aksi yang kuat hingga memunculkan tingkat emosional yang tinggi semakin menyinari drama. Yang Se Jong menunjukkan akting dengan emosi mendalam ketika Seo Hwi mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan adiknya, Seo Yeon (Choi Yi Hyun). Woo Do Hwan menunjukkan akting tiga dimensinya dalam memerankan Nam Sun Ho yang memiliki perasaan campur aduk terhadap sang ayah, hingga berjuang untuk bertahan hidup dalam pertarungan darah. Seol Hyun juga diakui karena aktingnya yang stabil dan kuat dalam memerankan Han Hee Jae. Kemudian akting Jang Hyuk yang membara dalam memerankan Lee Bang Won yang menginginkan kekuasaan, serta akting Ahn Nae Sang yang memerankan Nam Jeon dengan penuh kharisma. Penonton juga dibuat penasaran dengan perang antara Kim Young Chul yang mengguncang cerita dan Park Yejin yang menunjukkan kharisma anggun sebagai pahlawan wanita. 

Original article : http://tenasia.hankyung.com/archives/1844220

Translation by : Suci A. sucii.anggunisa@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here