[TEN INTERVIEW] Park Jungmin, “Film Tazza 3 Merupakan Taruhan Terbesar dalam Hidupku”

0

by Aisya J.

Park Jungmin yang berperan sebagai master poker bernama Do Il Chul dalam film Tazza 3: One Eyed Jack / credit = Lotte Entertainment

“Ini adalah taruhan terbesar dalam hidupku… Jika memikirkan apa arti tantangan terbesar dalam hidupku, itu adalah keputusanku bermain dalam film Tazza 3: One Eyed Jack.”

Meskipun ada kekhawatiran dari orang-orang di sekitarnya bahwa ia harus bermain dengan baik, Park Jungmin memantapkan hatinya untuk bermain dalam film Tazza 3: One Eyed Jack. Ia memikirkan dengan matang selama 2 minggu setelah mendapat naskahnya. Lalu ia tersadar, yang ia inginkan bukan kekhawatiran, namun dukungan dari orang lain.

Setelah berbagai peran yang pernah dimainkannya seperti, tokoh kemerdekaan Dong Ju dalam film Dong Ju: The Portrait of a Poet, seorang pemuda menginap sindrom servant yang mahir bermain piano dalam film Keys to the Heart, dan seorang rapper dalam film Sunset in My Hometown, kali ini Park Jungmin menantang dirinya berperan sebagai seorang pelajar yang ahli dalam bermain poker dalam film Tazza 3: One Eyed Jack. Tidak seperti peran-peran sebelumnya, karakter dalam film ini begitu kuat. Meskipun begitu, ia berhasil menyatu dengan karakter dan menampilkan akting yang natural. 

Demi karakternya dalam film ini, ia melatih teknik bermain poker selama 7 bulan. Park Jungmin, seorang aktor yang menghibur penonton dengan semua aktingnya yang memukau!

10. Film Series Tazza merupakan film series yang sangat terkenal dan kini kamulah yang menjadi pemeran utama (dalam film Tazza 3), apakah kamu merasa terbebani?

Park Jungmin: Aku benar-benar menyukai film series Tazza. Kalau film ini muncul di tv, aku selalu menontonnya hingga selesai. Sejak memulai produksi pun, aku merasa memiliki beban yang lebih. Karena aku mengambil ilmu dari season-season sebelumnya, jadi aku tidak terlalu merasa terintimidasi. Film Tazza kali ini memiliki cerita dan sutradara yang berbeda sehingga aku pikir aku juga mampu untuk mengambil peran dalam film ini. Rekan artis yang bergabung dalam film ini merupakan orang-orang yang dulu berharap dapat bermain dalam film series Tazza. Semuanya berusaha untuk menjaga nama ‘Tazza’ agar menjadi sebuah brand yang bagus.

10. Banyak kata kasar yang kamu keluarkan dalam film, jangan-jangan di kehidupan nyata…

Park Jungmin: Benar, aku sering mengatakan itu di kehidupan nyata hahaha aku bercanda. Karena aku menonton film Tazza sebelumnya, mungkin aku jadi terbawa.

10. Peranmu dalam 3 film Dong Ju, Keys to the Heart, dan Sunset in My Hometown sangat berbeda satu sama lain. Apakah kamu mengalami kesulitan?

Park Jungmin: Film ini (Tazza 3) lebih seperti film kriminal. Dan kebetulan aku juga menyukai film seperti itu. Dan film seperti ini tidak terlalu memiliki cerita yang brutal. Dan aku senang mengetahui bahwa aku ikut andil dalam film yang aku sukai. Dibandingkan dengan karakter yang pernah aku mainkan sejauh ini, Do Il Chul memiliki karakter yang kuat. 

Still cut film Tazza 3: One Eyed Jack / credit = Lotte Entertainment

10. Dalam film, makin lama Do Il Chul terlihat lebih pucat, apakah kamu kehilangan banyak berat badan?

Park Jung-min: Ada adegan di mana aku berjudi di sebuah kafe dan aku kehilangan semuanya. Aku masih kurus saat bermain adegan itu. Dan setelah itu, aku malah makin kehilangan berat badan dan jadi kerempeng.Berat badanku 78kg di awal pembuatan film dan menjadi 58kg setelah syuting berakhir.

10. Sebenarnya perasaan apa yang dirasakan Do Il Chul terhadap Madonna (ChoI Yoo Hwa)? Bukankah awalnya Il Chul hanya ingin membantunya saja?

Park Jung-min: Menurutku daripada perasaan suka, Il Chul lebih merasa bahwa Madonna menghadapi hal yang sama dengan Il Chul. Il Chul menganggap bahwa Madonna mirip dengannya, sehingga ia memperdulikan Madonna. Ketika aku harus berakting membalaskan dendam pada Madonna, amarahku tersampaikan melalui akting. Ingin rasanya aku menyumpahi dia sampai-sampai gigiku rasanya mau copot hahaha. Tetapi karena Il Chul bukan orang yang seperti itu, jadi aku hanya mengikuti skenario yang ada.

10. Ada adegan ranjang dengan Madonna. Sebelumnya pernahkah kamu melakukan adegan ranjang?

Park Jung Min: Bisa dibilang ini pertama kalinya untukku. Aku harus memperhatikan lawan mainku, tetapi karena ini juga pertama bagiku, aku jadi bingung bagaimana cara memperhatikan lawan main hahaha. Aku merasa terbebani ketika syuting (adegan tersebut) semakin mendekat. Sehari sebelum syuting, aku menelefon Choi Yoo Hwa noona. Aku mengatakan semoga kita bisa melakukan yang baik dan tidak merepotkan para staf. Aku berterima kasih kepada Yoo Hwa noona karena melakukannya dengan baik.

Still cut film Tazza 3: One Eyed Jack / credit = Lotte Entertainment

10. Kamu menulis surat untuk Ryu Seung Bum ketika ia masih belum mengkonfirmasi penampilannya dalam film ini. Dan pada screening film Ryu Seung Bum mengatakan, “Itu adalah surat yang menyentuh,” sebenarnya apa isi dari surat itu?

Park Jung Min: Aku menulis surat itu bukan untuk memintanya tampil dalam film ini. Itu malah lebih seperti fan letter. Aku menuliskan surat yang isinya aku sangat menghormatinya sebagai aktor dan aku ingin menjadi sepertinya.

10. Apakah ada hal yang sedikit disayangkan dalam film ini? 

Park Jung-min: karakter Ryu Seung Bum sunbaenim merupakan karakter yang berambisi. Meski dia tidak seperti kebanyakan orang, tetapi ia muncul tiba-tiba dan tahu tentang segala kejadian. Semua orang berpikir bahwa menunjukkan karakter secara langsung akan mengurangi bobot dalam film. Tapi aku rasa film ini tidak akan bagus jika diceritakan secara mendetail.

10. Apakah kamu pernah menyesali pilihanmu untuk menjadi seorang aktor?

Park Jung-min: Ada kekhawatiran setiap hari. Kadang aku berpikir ini bukan kehidupan yang aku inginkan. Aku berharap pikiran seperti itu lambat laun hilang tetapi malah jadi semakin membesar. Terkadang aku bertanya-tanya apakah dulu aku lebih bahagia dibandingkan hari ini. Tapi setiap saat pun pikiranku selalu berubah. Aku menikmati segala proses yang ada di hidupku saat ini.

Still cut film Tazza 3: One Eyed Jack / credit = Lotte Entertainment

10. Apakah kamu memiliki kekhawatiran tentang memiliki pekerjaan ini?

Park Jung-min:  Meski pekerjaan ini adalah pilihanku, tapi aku selalu bertanya pada diri sendiri apakah aku sudah melakukan dengan baik. Ketika pikiran seperti itu muncul kadang aku merasa bersalah pada orang-orang yang telah bekerja denganku. Karena ini bisa melukai harga diri. Pekerjaan sebagai seorang artis menurutku susah-susah gampang dan pekerjaan yang perlu dievaluasi oleh seseorang. Aku pikir aku harus melakukannya dengan baik di bawah tekanan agar aku menemukan cara untuk bertahan dalam industri ini.

10. Kamu memiliki toko buku di dekat Hongdae, apa kamu sering ke sana?

Park Jung-min: Hampir setiap hari. Membuka toko buku adalah impianku. Dulu aku ke sana untuk membaca tetapi karena sekarang sudah banyak orang tahu jadi sepertinya aku tidak bisa sering ke sana hahaha. Aku merasa senang ketika aku merekomendasikan sebuah buku yang aku suka dan orang itu membacanya. 

Original article : http://tenasia.hankyung.com/archives/1802628

Translation by : Aisya Julia aisyajulia@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here