Sunny’s Corner – Chapter 1: “Menikmati Peribahasa Musim Gugur Bersama Sunny”

0

Halo! Ini Sunny~

Pernahkah Anda merasakan musim gugur? Musim gugur adalah musim favorit bagi kebanyakan orang Korea. Pada saat musim gugur, setiap orang Korea pertama-tama akan teringat kata “Cheongo Marbi”. Cheongo Marbi yang secara harfiah berarti ‘langit tinggi dan kuda gemuk’, memiliki arti berlimpahnya beras beserta lima jenis sereal lainnya dan buah-buahan, sampai-sampai kuda pun ikut menjadi gemuk.

Biasanya, dari September hingga November dianggap musim gugur dengan langit bersih jernih, angin segar yang dengan lembut membelai kulit kita, dan dedaunan berwarna merah. Semua ini membuat musim gugur membawa suasana bahagia. Sebagai anak kelahiran musim gugur, saya juga paling suka musim gugur. Jadi, sekarang saya menulis artikel ini dengan hati bahagia sambil mencium aroma musim gugur. Bagi Anda yang sedang membaca artikel ini dan sedang merencanakan perjalanan ke Korea, saya rekomendasikan untuk mengunjungi Korea pada musim gugur.

Hari ini saya akan memperkenalkan beberapa pepatah Korea menarik tentang musim gugur.

1. “Ikan Selangat musim gugur membawa pulang menantu perempuan”

Ini adalah salah satu peribahasa yang paling banyak dibicarakan dalam peribahasa yang berhubungan dengan musim gugur. Ikan Selangat (Dorosoma chacunda) paling baik dimakan dari pertengahan September hingga awal Oktober, karena mereka menggemukkan diri untuk mengumpulkan lemak sebelum musim dingin. Konon, aroma ikan Selangat panggang luar biasa menggiurkan sehingga membawa pulang menantu perempuan yang kabur untuk kembali ke rumah.

2. “Tutup pintu sebelum memakan selada”

Pepatah ini muncul karena selada musim gugur sangat lezat dan bermutu baik. Meskipun sekarang kita bisa mendapatkannya kapan saja, tetapi di masa lalu selada jarang ditemukan di musim gugur. Oleh karena itu, pepatah ini muncul karena sangat berharga dan lezatnya selada di musim gugur.

3. “Mayat pun bergerak di musim gugur”

Musim gugur adalah musim panen, musim ketika para petani memanen padi dan memetik buah matang untuk tahun itu. Meskipun seluruh keluarga bekerja, ada terlalu banyak pekerjaan. Karena itu, bahkan mayat pun membantu bekerja, yang artinya mereka sangat sibuk di musim gugur.

4. “Hujan musim gugur pun dihindari dengan sapu”

Musim gugur yang dilalui oleh musim panas lembab adalah musim kemarau dengan curah hujan yang rendah. Pepatah ini muncul karena curah hujan musim gugur yang sangat rendah sampai-sampai sapu pun bisa digunakan untuk menahan hujan.

 5. “Seperti tupai musim gugur”

Tupai memiliki kebiasaan berkeliaran dengan rajin dengan pipi penuh makanan cadangan untuk musim dingin. Kemudian mereka menyembunyikan atau mengubur makanan yang belum mereka kunyah dan makan. Lucunya, beberapa tupai lupa di mana mereka menyembunyikan makanan mereka. Melalui kebiasaan tupai musim gugur ini, pepatah ini memiliki dua makna. Pertama, ditujukan bagi orang rajin sebagai perbandingannya dengan tupai rajin. Kedua, ditujukan kepada orang rakus karena menyerupai tupai yang terus mengumpulkan makanan meskipun sudah cukup banyak terkumpul.

Selain lima peribahasa di atas, ada banyak peribahasa menarik terkait dengan musim gugur yang belum saya perkenalkan. Musim gugur menjadi musim favorit semua orang, tetapi pendeknya musim ini membuat kita bernostalgia yang justru menjadi daya tarik musim ini. Saya harap semoga semua orang yang membaca artikel ini merasakan ketentraman hati, seperti musim gugur yang memberi Anda energi bahagia.

Tentang penulis:

Master jurusan Terjemahan Bahasa Indonesia Hankuk University of Foreign Studies-Korea Selatan, dan pecinta berat Indonesia. Sunny’s Corner adalah segment baru yang dihadirkan oleh Tenasia Indonesia yang membahas tentang budaya dan cerita dari Korea Selatan. Sunny’s Corner akan memberi content baru yang original, menarik dan informative untuk pembaca Tenasia Indonesia.

Kalau ingin tahu siapa Sunny, kunjungi IG Sunny: @sunny_kimsw

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here