Kena Tipu 30 M, Apa yang Terjadi dengan Hotel Keluarga Kim Junsu?

0

by Ilham R.

Artis musikal Kim Junsu JYJ (32) dan ayahnya menggugat  Tuan Jeong atas kasus penipuan sebesar 30 M won dalam penjualan Hotel Tuscany di Jeju.

Hari ini (18/10) Newsis melaporkan bahwa Kim Junsu dan ayahnya baru-baru ini mengajukan pengaduan terhadap Tuan Jeong dan mengklaim bahwa ia melanggar undang-undang tentang kejahatan ekonomi khusus, dan kini polisi sedang menyelidiki kasus tersebut.

Kim Junsu dan ayahnya mengklaim bahwa mereka rugi sekitar 30 miliar won, termasuk 24 milliar untuk biaya pembayaran dan 5 miliar won biaya jaminan tanah di lingkungan sekitar pada proses pembelian dan penjualan hotel Tuscany di Jeju pada Januari 2017 lalu.

Kim Junsu dan ayahnya membeli tanah di Gangjeong-dong, Seogwipo, Pulau Jeju pada tahun 2011 dan membangun dan mulai mengoperasikan Hotel Tuscany. Kemudian, mereka menyerahkan kepemilikan hotel kepada perusahaan real estate pada tahun 2017. Kim Junsu dikatakan mengklaim bahwa ada penipuan dalam proses tahapannya.

Tetapi salah satu media menyampaikan bahwa pihak Tuan Jeong mengatakan mereka bukan merupakan pihak terkait yang melakukan kontrak itu dan menyatakan bahwa mereka tidak dalam posisi (saat ia menandatangani kontrak pembelian dan penjualan).

Hari selasa lalu (15/10) Kantor polisi Jungbu Seoul memanggil Tuan Jeong dan ayah Kim Junsu untuk diperiksa.

Sebelumnya, Kim Junsu dikabarkan bermasalah dengan kontroversi seputar Hotel Tuscany.

Sebelum ia wajib militer pada bulan Februari 2017, Tuscany Hotel dibebaskan dari berbagai pajak dan biaya operasi karena ditunjuk sebagai area untuk promosi investasi. Kim Junsu sebagai pihak yang menjual hotel mengatakan hotel ini tidak akan dapat mewujudkan rencana yang diusulkan saat mendaftar sebagai are untuk promosi investasi di Jeju.

Akibatnya, Tuscany Hotel telah dibebaskan dari semua tarif, pajak akuisisi, pajak pendaftaran, dan biaya pengembangan. Selain itu, dibebaskan dari pajak perusahaan, pajak penghasilan selama 3 tahun dan pajak properti selama 10 tahun, serta dibebaskan 50 persen dari biaya pembuatan hutan alternatif dan biaya pemeliharaan lahan pertanian.

Pada saat itu, seorang pejabat departemen promosi investasi mengatakan, “Aku menunjuk brand Kim Junsu setelah melihatnya, tetapi sekarang hanya tampak bagus dari luar saja tetapi tidak ada isinya.”

Sejak itu, telah terjadi kontroversi mengenai tunggakan upah untuk karyawan hotel. Hotel mengakui masalah tunggakan upah itu dan membuat permintaan maaf resmi.

Original article: https://www.hankyung.com/society/article/201910183816H

Translations by: Ilham Ramadhan ilhamrams@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here