Sejumlah Media Asing Menilai Sulli Sebagai Sosok Idola yang Menyuarakan Feminisme

0

by Suci A.

Beberapa media asing seperti Guardian dan Billboard menilai almarhum Sulli sebagai idola yang menyuarakan pendapatnya tentang hak-hak wanita.

Pada tanggal 14 Oktober 2019 (waktu setempat), Guardian mengungkapkan, “Sulli adalah tokoh kontroversial dalam dunia hiburan Korea yang sangat konservatif.” Guardian juga menambahkan, “Semasa hidupnya, Sulli sering menyatakan pendapatnya terhadap hak no bra.” Selain itu, “Sulli pernah mengkritik fans yang melakukan ‘pemerkosaan mata’ ketika melakukan siaran langsung di instagram pribadinya.”

People menyampaikan, “Selama menjadi sorotan publik, Sulli pernah berbicara tentang cita-cita feminisnya.” Mereka menilai bahwa pemikiran almarhum dibedakan dengan rekan-rekan lain dalam kehidupan masyarakat Korea yang konservatif. Selain itu, “Sulli pernah berbicara tentang tekanan dalam dunia hiburan dan bagaimana itu mempengaruhi kesehatan mentalnya.”

Kemudian Billboard juga menafsirkan bahwa Sulli sebagai bintang K-pop yang berbicara bahwa banyak artis dalam dunia industri yang memilih untuk diam. Billboard menambahkan, “Sulli pergi ketika para bintang KPOP, khususnya wanita tidak bisa mengekspresikan diri mereka sepenuhnya secara bebas tanpa beresiko mendapat kecaman publik.” Selanjutnya, “Gaya hidup Sulli yang relax dan percaya diri diperlukan untuk mengubah tradisi ketat dan standar yang harus dipertahankan kalangan artis di Korea.”

Media Hongkong South China Morning Post (SCMP) menyebut Sulli sebagai pejuang feminisme. SCMP melaporkan “Sebagai role model idola pop, Sulli berani melepas pakaian dalamnya untuk menunjukkan kebebasan kepada para wanita dalam berpakaian. Hal ini menimbulkan sejumlah perdebatan di Korea Selatan.” Selain itu, “Sulli juga pernah menanggapi kritikan tentang fashion ‘no bra’ yang ditunjukkan padanya dalam sebuah siaran televisi.”

AP juga menyatakan, “Sulli adalah salah satu dari sedikit artis yang berani menyuarakan hak feminisme dalam kehidupan masyarakat Korea yang sangat konservatif.”

Ketika permasalahan feminisme aktif menjadi bahan diskusi masyarakat, Sulli sempat menyatakan pendapatnya terkait ‘hak no bra‘. Sulli sering tampil tanpa bra dan membalas komentar orang-orang yang mengkritiknya, “pemakaian bra juga tidak baik untuk kesehatan dan itu hanyalah sebuah aksesoris.” Sulli menambahkan, “Aku lebih membenci ‘pemerkosaan mata’.”

Sulli ditemukan tak bernyawa pada tanggal 14 Oktober 2019 lalu. Sulli terakhir melakukan kontak dengan manajer pada jam 06.30 p.m. KST sehari sebelumnya. Sang manajer yang kesulitan menghubungi Sulli, akhirnya mendatangi rumah Sulli dan melapor pada polisi setelah menemukan Sulli sudah tidak bernyawa.

Pihak SM Entertainment memberikan pernyataan resmi, “Sulli sudah meninggalkan kita. Ini merupakan situasi yang sulit dipercaya dan menyedihkan. Kami turut berduka yang sedalam-dalamnya.” Pihak keluarga menginginkan semua proses pemakaman dilakukan secara tertutup. Namun, pihak agensi telah menyediakan tempat melayat di Funeral Hall No. 7 Rumah Sakit Severance Sinchon kepada para penggemar yang selama ini telah mendukung Sulli untuk memberikan salam terakhirnya.

Original article : http://tenasia.hankyung.com/archives/1831657

Translation by : Suci A. sucii.anggunisa@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here