[TEN INTERVIEW] Tampil dalam Drama untuk Pertama Kali, Shin Seung Ho Bagikan Perjalanan Karirnya Menjadi Seorang Aktor

0

by Ilham R.

Aktor Kim Seung Ho (24) menghabiskan masa sekolahnya dengan bermain sepak bola. Hingga akhirnya ia sampai menjalani kehidupan sebagai atlet, luka kecil maupun besar tidak menghalangi kecintaannya terhadap bola. Dia yang tidak tahu apapun selain bola selama 11 tahun, pada umur 21 tahun memutuskan untuk melepas dirinya dari dunia sepak bola karena merasa tidak lagi bahagia dengan bermain bola. Dia yang tidak tahu harus melakukan apa saat itu, merubah hidupnya 180 derajat setelah mengikuti SBS Super Model Contest. Setelah ia beraktifitas sebagai fashion model, tahun lalu Shin Seung Ho mengawali perjalanannya sebagai aktor dengan bermain dalam web drama A-TEEN yang mendapat popularitas besar di antara penonton remaja. Baru-baru ini ia bermain dalam drama TV drama At Eighteen dan berperan sebagai Ma hwiyoung. Shin Seungho yang mempunyai tatapan mata yang polos dan tulus, di suatu saat bisa terlihat dingin dan sensitif. Dia yang diakui dengan kemampuan akting yang ia tunjukkan dengan mengekspresikan dirinya sebagai Ma Hwiyoung, sudah dinanti publik tentang hal apa lagi yang akan ia perlihatkan kedepannya.

10. Bagaimana perasaanmu setelah drama At Eighteen selesai?

Ini adalah drama yang berarti bagiku, karena untuk pertama kalinya aku bermain di drama TV. Aku menyelesaikannya dengan baik dan merasa lega tetapi sangat disayangkan drama ini sudah berakhir. Aku merasa senang bertemu dengan aktor dan aktris serta tim produksi, mereka adalah orang-orang yang baik. Suasana tempat syuting juga sangat menyenangkan. Di mana lagi aku bisa bertemu dengan orang-orang seperti mereka? Sangat disayangkan kami harus berpisah.

10. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk syuting drama ini?

Kira-kira sekitar 4 bulan. Saat syuting terakhir cukup mepet. Hari berikutnya setelah after party, aku langsung ke rumah nenek dan menghabiskan waktu chuseok bersama keluarga, aku tidak percaya kalau drama ini sudah selesai. Aku jadi merasa kehilangan itu, karena saat aku kembali ke Seoul tidak ada jadwal syuting lagi.

10. Kamu syuting saat iklim yang panas ya?

Aku sudah terbiasa dengan panas karena lebih dari 10 tahun aku jadi atlet sepak bola. Karena jika di sepak bola, mau hujan, mau turun salju, bahkan jika ada bahaya iklim musim panas pun kami tetap berlari. Hanya saja kalau menjadi atlet saat panas, jika berkeringat ya tidak apa apa. Tetapi kalau saat akting karena harus mengekspresikan peran sekaligus mengelap keringat itu jadi sedikit berbeda hehe.

10. Ini kan drama TV pertamamu, pasti tekanannya besar ya?

Pasti ada banyak tekanan. Aku merasa tertekan sekaligus berterima kasih karena tim produksi memberikan peran yang besar dalam drama ini kepada aku yang masih kurang berpengalaman. Tetapi lucunya setelah sejak dari memulai syuting, tidak ada waktu bagiku untuk merasa tertekan haha. Tugas tim produksi adalah untuk mengcasting pemain, dan bagaimana menjalankan yang terbaik saat syuting itu adalah tugas kami. Kalau kita tidak bisa melakukan apa-apa karena berada dalam tekanan, ‘kan tidak boleh seperti itu. Jadi kami berusaha untuk tidak tertekan, dan bertekad untuk menampilkan yang terbaik karena ‘kan sudah dipilih dan dipercaya di dalam drama ini.

10. Bagaimana cara kamu mengekspresikan Ma Hwiyoung dalam drama At Eighteen?

Dari luar, Ma Hwiyoung adalah seorang yang terlihat sempurna dan dikenali banyak orang, tetapi dari dalam dia mempunyai sisi gelap. Tapi walau dia mempunyai sisi gelap, karena sebenarnya dia adalah remaja yang baru dewasa, jadi aku berusaha untuk mengekspresikan diriku sesuai dengan keadaannya. Karena dia adalah anak SMA, aku tidak melakukan perbuatan yang jahat seperti penjahat, jadi aku banyak hati-hati dalam hal itu. Oleh karena itu, aku jadi lebih berpikir dengan bijak karena jika karakternya tidak terekspresikan dengan baik, aku bisa merusak tokoh-tokoh lainnya. Itu berarti aku semaksimal mungkin harus masuk menjadi karakter itu dengan baik.

10. Jika kamu berakting, pasti butuh proses dan pemahaman untuk masuk ke dalam karakternya. Apakah itu mudah?

Masalah dari Ma Hwiyoung adalah latar belakang pertumbuhannya, penyebab yang paling besar adalah orang tuanya. Sebenarnya aku tidak pernah mengalami situasi seperti itu, tetapi aku ingat masa-masa sekolahku. Aku benar-benar menjalani kehidupan sebagai pemain sepakbola. Ada tekanan dan paksaan untuk tinggal di asrama dan berlatih, bersaing, dan mengatasi tantangan-tantangan setiap hari. Hal-hal itu tampaknya sedikit berhubungan dan hampir sama dengan ketakutan Ma Hwiyoung, oleh karena itu sepertinya aku bisa mendalami karakternya dengan baik.

10. Saat kamu menjalani kehidupan sebagai pemain bola, apakah ada hobi untuk menghilangkan tekanan dan stress?

Saat itu ada larangan keluar sampai dengan larangan dalam hal makanan. Ketika aku mendapat izin untuk keluar asrama dan makan makanan yang enak itu saja aku sangat senang. Pada saat pertandingan tim lawan adalah rivalku, tetapi sebenarnya mereka adalah teman-temanku. Setelah aku selesai latihan bersama teman-teman, aku menghilangkan stress dengan makan makanan enak bersama mereka dan tertawa bersama.

10. Untuk menjaga badanmu, apakah ada olahraga lain yang kamu jalani?

Karena aku sangat mencintai sepak bola, aku selalu bermain bola bersama timku setiap akhir minggu dan terkadang juga mendaki gunung. Aku juga sering ke tempat gym. Aku lebih fokus dalam latihan aerobik ketimbang latihan untuk memperbesar otot.

10. Teman-temanmu yang biasanya hanya melihatmu sebagai pemain sepak bola, pasti aneh ya sekarang melihatmu sebagai aktor?

Kalau teman-teman di sekitarku pasti merasa begitu, bahkan sampai keluarga pun tidak menyangka. Aku tidak pernah membayangkan hidup selain menjadi pesepak bola, dari dulu aku hanya bercita-cita menjadi seorang pemain bola. Tidak pernah aku mengganti cita-citaku sebelumnya.

10. Bagaimana awalnya kamu bisa berakting?

Kalau aku pikir-pikir lagi sekarang, aku sangat berterima kasih sekaligus takjub dengan prosesku menjadi seorang aktor. Orang-orang disekitarku mengusulkanku untuk menjadi model. Oleh karena itu aku tertarik menjadi seorang model secara alami, dan setelah itu ada yang mengusulkan, “Kenapa kamu tidak coba akting saja,” Akhirnya aku mulai berfikir untuk menantang dan melatih diriku berakting.

10. Apakah dari kecil talentamu untuk menjadi artis sudah terlihat?

Walaupun sebenarnya ada bermacam sisi dari diriku, tetapi karena dari kecil aku sudah bermain bola jadi aku bahkan tidak pernah berfikir apa yang bisa aku lakukan selain sepak bola. Karena memang tidak perlu juga haha. Sejak aku berhenti bermain bola, aku melihat dunia yang lebih besar, Bahkan jika aku melihat pandangan yang sama, cara berpikirku sepertinya akan berbeda. Teman-temanku banyak yang mengatakan, “Kamu lucu” kepadaku. Walaupun aku agak tidak suka berada di depan banyak orang, tetapi jika dalam ruang lingkup yang kecil, aku suka mengobrol, ketawa, dan tidak berhenti ngomong haha.

 10. Kamu ingat tidak saat pertama kali kamu syuting drama?

(Tersenyum sesaat) iya aku ingat semuanya. Artis yang lain seminggu sebelumnya sudah melakukan syuting, hanya aku yang syuting seminggu setelahnya. Oleh karena itu, yang lain sudah mulai beradaptasi sedangkan aku masih gugup dan grogi. Karena aku takjub akan semuanya, sambil gemetaran aku berkata, “Oh gini ya rupanya..” Tetapi aku mengubah pikiranku sedikit. Aku kaget melihat diriku lewat kamera. Rasanya aku masih merasa malu dan asing jika dipanggil sebagai aktor.

10. Apa yang kamu pelajari ketika bermain dalam drama At Eighteen?

Banyak sekali yang aku dapat. Aktor-aktor senior yang berperan sebagai orangtua memperlihatkan akting mereka yang keren. Kim Hyanggi umurnya lebih muda dariku, tetapi dia kan jauh lebih senior dariku. Haha. Bahkan kita tidak perlu repot-repot mencari apa yang harus kita pelajari, kita bisa merasakan energy yang hebat saat didepan kamera. Aku tidak perlu berusaha untuk menunjukkan yang terbaik, saat berakting itu muncul secara alami. Banyak sekali yang dapat aku pelajari saat bermain dalam drama At Eighteen.

10. Apakah ada hal yang kamu sempurnakan dengan sendirinya?

Karena aku adalah pendatang baru yang hampir tidak mempunyai pengalaman, bagiku karakter yang aku perankan sangat baru dan masih belum pandai. Aku berpikir itu harus dipelajari pada saat yang sama. Proses itu sangat menyenangkan. Sangat menyenangkan rasanya untuk menunjukan perubahan emosi secara natural melalui gerakan seperti menggerakkan alis atau mengubah sorot mata yang belum aku coba sejauh ini. Aku ingin meng-upgrade kemampuan ini dalam karya-karyaku kedepannya. Aku ingin mengekspresikan banyak hal lagi.

Original article: http://tenasia.hankyung.com/archives/1814197

Translations by: Ilham Ramadhan ilhamrams@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here