Megawati Seokarno Putri – Menyusuri Indahnya ‘The Garden of Morning Calm’ di Korea Selatan

0

by Budi S.

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Seokarnoputri menyempatkan diri menikmati keindahan The Garden of Morning Calm, di sela-sela menghadiri acara DMZ International Forum on The Peace Economy di Korea Selatan.

Megawati Seokarnoputri menyempatkan diri menikmati keindahan The Garden of Morning Calm / credit = Tenasia Indonesia

Megawati menjadi salah satu pembicara utama tentang perdamaian dan Korea Bersatu bersama mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroder, mantan Perdana Mentri Jepang Yukio Hayotama, Presiden pertama Mongolia Punsalmaaggiin Ochirbat dan tokoh-tokoh penting lainnya dari Amerika, Rusia dan Norwegia.

Satu hari sebelum acara konferensi dimulai, 27 Agustus 2019, Megawati berkunjung ke Garden Morning Calm ditemani oleh menantunya Nancy Hendriati Shrindani, dan cucunya bernama Diah Lupita Jasmina Srita serta para sahabat-sahabatnya. Juga Ketua DPP PDI Perjuangan Rokhim Dahuri turut ikut bersama Duta Besar RI untuk Korsel Umar Hadi.

Megawati dan rombongan berjalan menyusuri Garden of Morning Calm/ credit = Tenasia Indonesia

Taman itu terletak di area Gapyeong, Propinsi Gyeonggi, sekitar 2 jam perjalanan dari Seoul. Pendirinya adalah Professor Han Sang Kyung yang hadir menyambut Megawati beserta rombongan. Publik setempat mengenal taman itu sebagai salah satu lokasi syuting K-Drama ‘Love in The Moonlight’ yang dibintangi Park Bo Gum dan Kim Yoo Jung. Selain itu sejumlah film dan drama Korea berlokasi di kebun itu.

Pemandangan cantik nan asri The Garden of Morning calm / credit = Tenasia Indonesia

Dengan luas 30,000 meter persegi (3 Hektar), The Garden of Morning Calm adalah taman pribadi terbesar di Korea Selatan. Kita bisa menghabiskan satu hari di sini, di antara 20 bagian taman yang satu sama lain dihubungkan dengan jalan yang dipenuhi bunga yang menakjubkan. Kolam Seohwayeon di Garden of Morning Calm bisa dilihat di beberapa adegan serial Love in the Moonlight yang digambarkan sebagai kolam lotus di dalam istana raja.

Setiap area di taman ini memiliki maknanya masing-masing. Contohnya Sukgeun Garden yang berbentuk menyerupai semenanjung Korea. Bunga yang tumbuh mekar di setiap sisi di area ini merepresentasikan keinginan untuk menyatukan Korea Selatan dan Korea Utara.

‘Millenium Juniper Tree’ yang berusia 1000 tahun menjadi simbol dari The Garden of Morning Clam / credit = Tenasia Indonesia

Taman ini menampung sekitar 5.000 jenis tanaman, termasuk 300 varietas asli gunung Baekdusan, yang dikenal sebagai gunung spiritual bagi rakyat Korea. Bunga bermekaran dari bulan Maret hingga November, sehingga taman biasanya sibuk selama periode ini. Selain dedaunan taman yang indah, ada berbagai festival dan pameran yang diadakan sepanjang tahun.

*Musim Semi: Festival Taman Musim Semi

*Musim Panas: Festival Mawar, Hydrangea, dan Mawar Sharon

*Musim Gugur: Festival Bunga Krisan dan Musim Gugur

*Musim Dingin: Festival Pencahayaan

Megawati mengamati bunga-bunga yang bermekaran di The Garden of Morning Calm / credit = Tenasia Indonesia

Tapi bukan soal lokasi syutingnya yang membuat Megawati mendatangi taman itu. Diakuinya saat berbincang dengan para wartawan yang diajaknya serta, salah satu hobinya memang berkebun dan bertanam. Tapi dibalik hobi itu, ada juga cita-cita besar beliau, yaitu “Bagaimana harusnya pemerintah berpikirnya seperti itu, kita harus perbanyak taman di negri kita,” kata Megawati. Sebagai Ketua Umum Yayasan Kebun Raya Indonesia, Megawati mengaku bersyukur kini akan ada 32 kebun raya lagi di Indonesia setelah sebelumnya hanya ada 4 kebun.

Alasan lainnya Megawati selalu berkunjung ke taman-taman, adalah karena kekhawatirannya akan dampak global warming alias pemanasan global. Baginya, fenomena seperti kebakaran hutan, salah satunya adalah dampak dari global warming yang belum ditangani secara serius.

Megawati bercita-cita ingin melihat taman yang lebih banyak di Indonesia / credit = Tenasia Indonesia

Megawati menyebut sama sekali tak ada kerugian bila kebun dan tanaman diperbanyak di Indonesia. Selain indah, nyaman, juga berguna bagi ilmu pengetahuan bagi jutaan anak di Indonesia. Sebagai contoh, Megawati menyebut taman Morning Calm itu luasnya hanya 3 hektar tetapi dikunjungi 1 juta orang pertahun.

Megawati sedang mengamati taman-taman / credit = Tenasia Indonesia

“Ini artinya taman ini menjadi suatu yang berarti. Terutama bagi keluarga dan anak-anak kita, yang sejak dini dididik mencintai alamnya,” kata Megawati.

Tenasia Indonesia All Rights Reserved

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here