[TEN INTERVIEW] Cerita Choi Woosik untuk Perannya dalam Film ‘Parasite’

0

by Aisya J.

Choi Woosik / credit = TENSTAR
Choi Woosik / credit = CJ Entertainment

Dari aktingnya yang memukau di “Parasite” sampai karakternya yang unik di “The Divine Fury,” Choi Woo Shik telah menjadi salah satu aktor yang dipertimbangkan di industri perfilman Korea sejak film yang ia bintangi memenangkan Palme d’Or Festival Film Cannes 2019.

10. Kamu begitu terlihat enjoy dan senang saat pembacaan naskah, bagaimana dengan syutingnya?

Choi Woosik. Karena Kiwoo (perannya dalam film Parasite) menikmati perannya, maka sepertinya lokasi syuting menjadi lebih menyenangkan. Sepertinya semua ini saling terhubung. Hal yang menarik dari Kiwoo adalah dia memiliki banyak ekspresi wajah. Aku pernah membicarakan hal ini dengan Sutradara ketika kami bertemu di Seoul Station. Jika diartikan, Kiwoo berubah menjadi warna putih ketika bertemu dengan keluarga kaya, lalu ia berubah menjadi warna kuning terang sampai sebelum inti kejadian di film terjadi. Bagi seorang aktor sepertiku, menunjukkan berbagai ekspresi seperti itu merupakan kesempatan yang bagus.  

10. Dilihat dari sisi penonton, bukankah sulit mempertahankan nada suara yang berbeda setiap karakternya?

Choi Woosik: Sampai saat ini, aku memainkan karakter yang tidak utuh dan hanya muncul sesekali saja. Film ini merupakan pengalaman baru yang luar biasa bagiku.

10. Ada pandangan dari setiap penonton. Sama halnya dengan Kiwoo yang memiliki penafsiran berbeda tentang batu yang dibawanya (dalam film). Bagaimana kamu mengartikan ini?

Choi Woosik: Aku menyukai sebuah film yang setelah menontonnya bisa dijadikan bahan untuk diskusi. Dari pandanganku yang memerankan Kiwoo, aku berpikir dengan membawa batu itu seperti membawa tanggung jawab, rasa bersalah, dan beban hidup yang harus ditanggung. Dari pandanganku sebagai penonton, melihat Kiwoo yang turun melewati tangga karena kedinginan di cuaca luar membuatku terbuka, ‘ah…ternyata keadaan seperti itu masih ada di tengah masyarakat kita.’ Itu menyenangkan. Dari banyak pandangan sutradara tentang batu itu, aku hanya teringat lima hal. Dia tidak secara gamblang memberitahu tentang keadaan dalam film.

10. Bagaimana kamu menyanyikan Lagu ‘A Glass of Soju’ yang menjadi OST dalam film?

Choi Woosik. Saya pikir lagu tersebut adalah hadiah dari sutradara untuk penonton. Itu adalah lagu yang berisikan pesan dari Kiwoo. Setelah film selesai, ini seperti epilog yang membuat penonton senang. Di akhir film, sutradara bertanya apakah aku ingin bernyanyi. Karena aku pikir hanya bercanda, jadi aku menjawab, “Tentu! Aku akan bernyanyi!”. Lalu aku baru tahu bahwa produser musik Jung Jaeil sudah memiliki konsep. Karena lagu ‘A Glass of Soju’ ini dinyanyikan oleh Kiwoo dan bukan dinyanyikan oleh Choi Woosik, jadi aku menerima tantangan itu.

10. Tampaknya kamu telah telah memperluas aktingmu. Bagaimana menurutmu tentang ‘moment’ (seperti dialognya dalam film Parasite)?

Choi Woosik: Dengan kami (para casts Parasite) yang pergi ke Cannes dan menerima penghargaan, membuatku memikirkan apa yang harus kujawab (untuk ke depannya). Aku memiliki kepercayaan bahwa tidak ada momen (tertawa). Ketika dalam keadaan sangat percaya diri, aku menerima penghargaan bergengsi dan masih memiliki kekuatan untuk melakukan yang terbaik. Aku tidak tahu bagaimana proses yang terjadi secara naik dan turun, tetapi aku sangat termotivasi oleh gagasan bahwa aku berada di jalur yang benar. Di masa depan, aku ingin bertemu karya bagus seperti Parasite.

Begitulah interview bersama pahlawan ‘Parasite’, Choi Woosik. Dukunglah Choi Woosik di proyek film maupun drama selanjutnya~!

Original article : https://www.instagram.com/p/B0kGPrRn9RS/ 

Translation by : Aisya Julia  aisyajulia@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here